ISMIYATI
Tampilkan postingan dengan label modul 3 SMK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modul 3 SMK. Tampilkan semua postingan

modul 3.5

MODUL 3.5
Standar Kompetensi :Berkomunkasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Unggul
Kompetensi Dasar : Menulis laporan ilmiah sederhana
Waktu :4 jam
Sumber : BSE
Indikator
- Merumuskan judul sebagai topik bahasan
- Menyusun sistematika laporan
- Merencanakan rancangan isi laporan

A. Pengertian Laporan
Laporan ialah karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang yang berhubungan secara struktural atau kedinasan setelah melakukan tugas yang diberikan.
Tulisan atau karangan yang penyusunnya didasarkan pada ilmu pengetahuan.
Laporan dibuat sebagai bukti pertanggungjawaban bawahan/petugas atau tim/panitia kepada atasannya atas pelaksanaan tugas yang diberikan. Laporan harus memuat data yang tepat dan benar serta objektif dan sistematis sehingga dapat dijadikan ukuran untuk membuat pertimbangan dan keputusan. Berdasarkan sifat penyajiannya, laporan dibedakan menjadi laporan formal dan laporan informal.
Ciri-ciri karya ilmiah:
MOSAL ( menarik,objektif,sistematis,argumentif dan lugas)
B. Sistematika Laporan Ilmiah
Laporan ilmiah dapat berbentuk naskah atau buku karena berisi hal hal yang terperinci berkaitan dengan data-data yang akurat dan lengkap.
Laporan ilmiah atau laporan formal terdiri atas :
1. Bagian awal, terdiri atas :
a. Halaman judul: judul, maksud,/tujuan penulisan, identitas penulis,instansi asal, kota
penyusunan dan tahun.
b. Halaman pengesahan (jika perlu)
c. Halaman motto/semboyan (jika perlu)
d. Halaman persembahan (jika perlu)
e. Prakata;
f. Daftar isi;
g. Daftar tabel (jika ada)
h. Daftar grafik (jika ada)
i. Daftar gambar (jika ada)
j. Abstak : uraian singkat tentang isi laporan
2. Bagian Isi
a. Bab I Pendahuluan berisi tentang
(1) Latar belakang
(2) Rumusan masalah
(3) Tujuan
(4) Metode
(5) Sistematika Penyajian
b. Bab II : Pembahasan
e. Bab III : Penutup
3. Bagian Akhir
a. Daftar Pustaka
b. Daftar Lampiran
c. Indeks : daftar istilah
C. Langkah-Langkah Membuat Laporan
Agar dapat menyusun laporan yang baik dan efektif, perlu dipersiapkan dengan matang.
Hal-hal yang perlu dilakukan adalah seperti berikut.
1. Menetapkan tujuan laporan
Pembuat laporan harus tahu, untuk apa laporan dibuat dan siapa yang akan membaca laporan
tersebut
2. Menentukan Bahan Laporan
Bahan-bahan laporan yang dapat digunakan adalah:
(1) surat-surat keputusan
(2) notulen hasil rapat
(3) buku-buku pedoman
(4) hasil kegiatan
(5) hasil penelitian
(6) hasil diskusi
3. Menentukan cara penngumpulan data
Cara pengumpulan data yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.
(1) Membuat petunjuk pelaksanaan bagi peneliti yang menjelaskan sasaran dan penyesuaian
kegiatan.
(2) Melakukan wawancara
(3) Mengumpulkan dokumen pelaksanaan kegiatan
(4) Penyusunan daftar pengecekkan untuk melihat data yang ada dan yang tidak ada.
4. Mengevaluasi Data
Data yang telah dikumpulkan dievaluasi untuk dibuat suatu simpulan.
5. Membuat Kerangka Laporan
Kerangka laporan dibuat sesuai dengan sistematika laporan.
D. Teknik Pengutipan
Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang ahli,penulis, dan ucapan seorang terkenal. Dalam penulisan karya ilmiah,kutipan dipergunakan untuk memperjelas dan menegaskan isi uraian atau untuk membuktikan apa yang dituliskan.Menurut jenisnya, ada dua macam kutipan, yaitu kutipan langsung(lengkap) dan kutipan tidak langsung (isi). Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata,kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli. Kutipan tidak langsung adalah pinjaman dari seorang penulis atau tokoh terkenal yang berupa intisari atau ikhtisar dari pendapat tersebut. Dalam kutipan dicantumkan sumber informasi kutipan.Sumber informasi berisi nama,tahun,dan halaman.
Sumber dapat disajikan sebagai berikut:

1. Kutipan Langsung
Ada dua cara membuat kutipan langsung, yaitu kutipan langsung pendek dan kutipan langsung panjang.
a. Kutipan Langsung Pendek
Kutipan langsung pendek, panjangnya tidak lebih dari empat baris tulisan kutipan ini langsung diintegrasikan dengan teks,diapit dengan tanda kutip,.Jarak antara baris dengan baris kutipan dua spasi,dan disertai sumber informasi catatan pustaka nama singkat pengarang,tahun terbit dan nomor halaman yang ditulis dalam tanda kurung.
Contoh:
Amalia (1999:12) menyimpulkan “Ada hubungan yang erat antara kemampuan berbahasa

dan lingkungan sosial tempat tinggal pemakai bahasa”
b. Kutipan Langsung Panjang
Kutipan langsung panjang adalah kutipan yang lebih dari empat baris tulisan. Kutipan dipisahkan dari teks dengan jarak dua setengah spasi jarak baris dengan baris kutipan satu spasi, kutipan boleh atau tidak diapit tanda kutip. Kutipan disertai sumber informasi kutipan catatan pustaka yaitu nama singkat pengarang ,tahun terbit dan nomor halaman yang ditulis dalam tanda kurung.
Seluruh kutipan menjorok 5-7 ketukan.
Contoh:
Suria sumantri (1987:165) mengemukakan bahwa :
“Perbedaan utama antara manusia dan binatang, terletak pada kemampuan manusia untuk mengambil jalan melingkar dalam mencapai tujuannya. Seluruh pikiran binatangdipenuhi
oleh kebutuhan yang menyebabkan mereka secara langsung mencari objek yang diinginkannya atau membuang benda yang menghalanginya. Dengan demikian, sering kita melihat seekor monyet yang menjangkau secara sia-sia benda yang dia inginkan; sedangkan manusia yang paling primitive pun telah tahu mempergunakan bandringan, laso, ataumelempar dengan batu. Manusia sering disebut homo faber,makhluk yang membuat alat. Kemampuan membuat alat itu dimungkinkan oleh pengetahuan itu juga membutuhkan alat-alat. Kemampuan membuat alat itu dimungkinkan oleh pengetahuan. Berkembangnya pengetahuan itu juga membutuhkan alat-alat.”
2. Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang dikemukakandengan bahasa penulis sendiri. Kutipan tidak langsung ditulis tanpa tanda kutip, langsung diintegrasikan dengan teks, jarak spasi dalam kutipan dua spasi, disertai sumber informasi catatan pustaka.
Contoh:
Herawati (1999:31) menyimpulkan bahwa siswa jurusan ekstra memiliki kemampuan menulis karya ilmiah yang lebih baik daripada siswa jurusan sosial.
E. Teknik Penulisan Daftar Pustaka
Daftar pustaka atau bibliografi yang berisi buku, makalah, artikel, atau bahan lainnya mempunyai pertalian dengan sebuah tulisan atau sebagian dari tulisan yang sedang dibuat.
Unsur-unsur yang ditulis dalam daftar pustaka secara berturut-turut meliputi: nama penulis, tahun penerbitan, judul tulisan, kota tempatpenerbitan, dan nama penerbit. Penulisan daftar pustaka, secara umum adalah sebagai berikut.
1. Daftar Pustaka disusun secara alfabet (A,B,C,.....) berturut-turut dariatas ke bawah tanpa menggunakan angka arab, tanda hubung, dan semacamnya.
2. Cara penulisan sebuah sumber pustaka berturut-turut adalah sebagaiberikut:
a. Penulisan nama pengarang
Nama pengarang bagian belakang (nama akhir atau nama keluarga)ditulis lebih dahulu, diikuti tanda koma baru nama bagian depankemudian diikuti titik.
b. Menuliskan tahun terbit buku, diikuti tanda titik
c. Menuliskan judul buku, diberi garis bawah atau ditulis dengan huruf miring, diikuti tanda titik
d. Menuliskan tempat atau kota penerbitan, diikuti tanda titik dua.
e. Menuliskan nama penerbit dan diikuti tanda titik
3. Apabila digunakan dua sumber pustaka atau lebih yang sama penulisnya, sumber ditulis dari
buku yang lebih dulu terbit diikuti buku yang terbit kemudian.
4. Bila tidak ada nama penulis, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan alfabet.
5. Jarak antara baris dan baris untuk satu referensi adalah satu spasi tetapi jarak antara pokok
dengan pokok dua spasi.
6. Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus
dimasukkan ke dalam sebanyak empat ketukan mesin tik.
7. Apabila sebuah referensi ditulis oleh lebih dari dua orang penulis, hanya satu nama yang dicantumkan dalam daftar pustaka dengan susunan nama terbalik. Untuk nama penulis lainnya disingkat dkk atau dll.
Contoh:
Arifin,Bustanul dkk.1986.Sastra Indonesia.Bandung:Lubuk Agung.
Suparni.2004.Bahasa dan sastra Indonesia.Bndung:Aditya.
S.Erien Komarudin dan Atih Supriatih.2004.Panduan Kreatif Bahasa Indonesia.Bogor: Yudhistira.
Selain ketentuan di atas, ada ketentuan-ketentuan khusus sebagai berikut.
1. Surat kabar sebagai sumber acuannya.
Nama pengarang dimulai nama akhir,tahun terbit,judul artikel diberi tanda kutip,nama surat
kabar ,tanggal terbit,tempat surat kabar terbit.
Contoh:
Eko.2008.”Kejagung Tolak Auditor Lain”.Koran Jakarta.15 November 2008.Jakarta.
F. Teknik Penulisan Istilah (Indeks)
Dalam setiap karya ilmiah, terdapat banyak istilah yang digunakan.Istilah- istilah tersebut dipergunakan untuk memberi penguatan atau dukungan agar tulisan berbobot dan ilmiah.
Istilah-istilah yang dipergunakan dalam suatu tulisan biasanya dikumpulkan di bagian akhir. Bagian daftar istilah disebut indeks.
G. Format Penulisan Laporan Ukuran dan Jenis Kertas
Format penulisan sesuai dengan sistematika laporan formal di atas.
Adapun teknik penulisan meliputi hal-hal sebagai berikut
1. Margin
Perhatikan gambar berikut ini:



2. Spasi
Secara umum keseluruhan tulisan menggunakan spasi ganda.
3. Penomoran
Penomoran meliputi penomoran halaman, bab, subbab, dan rincian uraian.
a. Penomoran Halaman
Halaman-halaman pendahuluan diberi nomor dengan menggunakan angka romawi kecil. Halaman-halaman isi dan penunjang menggunakan angka arab. Letak penomoran halaman
ditempatkan di tengah dan dua spasi di atas margin bawah.
b. Penomoran Bab dan Subbab
Penomoran mempergunakan penanda urutan sebagai berikut.
(1) Tingkat pertama dengan tanda: I, II, III, IV, V, dan seterusnya.
(2) Tingkat kedua dengan tanda: 1.1, 1.2, 1.3, 1.4, 1.5, dan seterusnya.
(3) Tingkatan ketiga dengan tanda: 1.1.1, 1.1.2, 1.1.3, 1.1.3, 1.1.4,1.1.5,dan seterusnya.
(4) Tingkatan keempat dengan tanda: 1.1.1.1, 1.1.1.2, 1.1.1.3,1.1.1.4, dan seterusnya.
(5) Tingkatan kelima dengan tanda: 1.1.1.1.1, 1.1.1.1.2, 1.1.1.1.3,1.1.1.1.4, dan seterusnya.

4. Tabel atau Gambar
a. Tabel
Sebuah tabel terdiri atas nomor dan judul tabel.Nomor tabel ditulis dengan angka arab. Penomoran tabel menurut bab, misalnya nomor tabel 2.1, artinya tabel tersebut tabel pertama yang ada pada bab kedua. Judul harus ditulis dengan huruf kapital.
b. Gambar
Istilah gambar mencakup di dalamnya diagram bundar, batang,garis, histogram, dan sebagainya. Gambar harus diberi nomor dan judul. Pemberian nomor dan judul tidak berbeda dengan
pemberian nomor dan judul pada tabel. Nomor dan judul gambar diletakkan di bawah gambar.

5. Bahasa
Bahasa yang dipergunakan dalam laporan ilmiah harus mengandung kejelasan dan reproduktif. Untuk ejaan dan peristilahan berpedoman pada EYD dan Pedoman Pembentukan Istilah.
6. Jenis Kertas
Jenis kertas yang dipakai adalah jenis HVS, ukuran folio, atau kuarto bergantung aturan yang
telah ditetapkan
Contoh laporan ilmiah sederhana:
Laporan Penelitian
Magang sebagai Jembatan Mobilitas Sosial
dari Petani menjadi Perajin
I. Pendahuluan
Perajin sering dipandang memiliki status sosial yang lebih tinggi daripada petani. Hal ini disebabkan adanya anggapan bahwa seorang perajin biasanya bekerja di dalam rumah, terlindung dari terik sinar matahari sehingga suasananya tampak nyaman. Sebaliknya, petani harus bekerja di sawah, di bawah sengatan sinar matahari, dan kadangharus bergumul dengan kotoran-kotoran yang berbau tidak sedap.Oleh karena itu, tidak berlebihan jika sebagian masyarakat pedesaan masih menganggap bahwa pekerjaan perajin lebih berprestise daripada petani meskipun hanya menjadi perajin industri kecil dengan skala usaha yang masih terbatas.
Lapangan pekerjaan di sektor industri kecil yang makin terbuka
menyebabkan terjadinya mobilitas sosial dari petani menjadi perajin. Meskipun sebenarnya mereka belum memiliki keahlian yang memadai,terlebih lagi tingkat pendidikan mereka sebagian besar (73%) masih berpendidikan SD ke bawah. Oleh karena itu, tidak mengherankan
bahwa produktivitas kerja dan hasil yang mereka peroleh masih rendah. Berkaitan dengan hal di atas, perlu diadakan penelitian yang saksama mengenai mobilitas sosial dan petani menjadi perajin. Dalam laporan ini, objek penelitiannya adalah masyarakat pedesaan di sekitas
Surakarta, Jawa Tengah.
II. Tujuan Penelitian
1. Menelaah penyebab terjadinya mobilitas sosial dari petani menjadi perajin.
2. Memberikan penyadaran pada masyarakat dampak industrilialisasi.
III. Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan survei secara kualitatif dengan cara melakukan wawancara dengan narasumber. Digunakannya metodologi kualitatif agar hasil yang dicapai benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Adapun langkah-langkah kerjanya
sebagai berikut.
1. Menentukan objek penelitian
2. Melakukan wawancara dengan narasumber
3. Mengklasifikasi masalah
4. Merumuskan masalah
5. Memberikan solusi/simpulan
IV. Hasil Penelitian
Berdasarkan survei yang telah dilakukan, ada beberapa factor yang menyebabkan mobilitas sosial dari petani menjadi perajin melalui proses magang sebagai berikut.
1. Pengaruh media masa
Media massa baik berupa media elektronik maupun cetak telah membawa pengaruh yang besar terhadap pola pikir masyarakat pedesaan. Selama ini, media massa selalu mengangkat kesuksesankesuksesan seorang perajin. Dengan demikian, lambat laun opini publik tersebut akhirnya mendorong keinginan petani untuk menjadi perajin.
2. Dukungan sosial keluarga dan masyarakat Keluarga, kerabat dekat, dan komunitas yang melatari kehidupan petani sering memberikan saran dan harapan yang besar untuk menjadi perajin. Mereka selalu memandang orangorang yang telah sukses berkat usaha menjadi seorang perajin industri kecil meskipun mereka masih berstatus magang atau
buruh kontrak.
3. Sistem perekonomian Indonesia yang lebih mengutamakan sector industri daripada pertanian Perekonomian negara kita yang terbawa arus globalisasi dan kepentingan neoliberalisme (para pemilik modal) telah mendorong lajunya industrialisasi. Oleh karena itu, tidak mengherankan
bahwa investasi yang mereka tanamkan lebih mengarah padasektor industri.
4. Tingkat pendidikan yang rendah
Rendahnya tingkat pendidikan mereka dan keahlian yang belum memadai membuat mereka tidak memiliki sistem control diri yang kuat. Konsep diri yang lemah ini menyebabkan mereka
mudah terbawa arus zaman.
V. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan para petani melakukan mobilitas sosial menjadi perajin. Jika tidak ada suatu program penyadaran baik dari pemerintah maupun masyarakat setempat, dapat dipastikan hasil produksi pertanian akan makin berkurang sehingga negara pun akan mengimpor beras dari
luar negeri. Akhirnya, diharapkan penelitian ini mampu memberikan penyadaran pada masyarakat dan dapat menjadi masukan untuk pihak-pihak yang berwenang memberikan kebajikan. Pihak-pihak tersebut misalnya para dewan legislatif dan eksekutif supaya memberikan arahan dan rencana pembangunan yang lebih berpihak pada sektor pertanian, terutama masyarakat miskin pedesaan.
(Sumber : Rank Karsidi, Paedagogia Jilid 3, Nomor 1

Latihan
I. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Laporan!
2. Sebutkan bagian-bagian isi laporan formal!
3. Sebutkan langkah-langkah membuat laporan!
4. Susunlah data di bawah ini menjadi daftar pustaka dengan penulisan yang benar!
Judul : Aliran dan Jenis Cerita Pendek
Pengarang : Korrie Layun Rampan
Penerbit : Balai Pustaka Tahun Terbit:1999 Kota diterbitkan : Jakarta
5. Buatlah contoh kutipan langsung pendek!
6. Buatlah contoh kutipan tidak langsung!
7. Unsur-unsur apa saja yang terdapat di bagian awal laporan!
8. Sebutkan macam laporan yang Anda ketahui!
9. Jelaskan peraturan tentang teknik penulisan atau pengetikan laporan!
10. Sebutkan hal-hal yang dijelaskan di dalam pendahuluan!

II.Susunlah daftar pustaka dengan sumber-sumber sebagai berikut!
1. Buku berjudul Kritik Sastra Indonesia karangan Mursal Esten.Buku itu diterbitkan
oleh penerbit Angkasa Raya di Padang pada tahun 1984.
2. Buku berjudul Argumentasi dan Narasi karangan Dr.Gorys Keraf.Buku itu diterbitkan
oleh Gramedia di Jakarta pada tahun 1992.
3. Buku berjudul Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia karangan Maedar Arsyad
dan Mukti U.S.Buku ini diterbitkan oleh Erlangga di Jakarta pada tahun 1988.
4. Artikel berjudul Pemusnahan Penyu Secara Sistematis ditulis oleh Harry Suryadi.
Artikel itu dimuat dalam harian Kompas,Senin 23 Agustus 1999.
5.Artikel berjudul Bugar dengan Berolah Raga oleh Iqbal Pakula .
Artikel itu dimut dalam Koran Jakarta,Sabtu,15 November 2008.




SELAMAT BERLATIH !!!!!!!!!

modul 3.4

Modul 3.4
Standar Kompetensi :Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia Setara tingkat Unggul
Kompetensi Dasar :3.4Menulis Suratdengan memperhtikan jenis surat.
Waktu : 10 jam
Sumber : BSE
Indikator
- Menulis surat pemberitahuan/edaran sesuai dengan aturan dan tujuan komunikasi
- Menulis surat undangan sesuai dengan aturan dant ujuan komunikasi
- Menulis surat lamaran pekerjaan sesuai dengan aturan dan tujuan komunkasi

A.Jenis-jenis Surat
Surat dibedakan atas tiga kelompok, yaitu:
1. Surat pribadi adalah surat yang isinya hubungan pribadi antara seseorang dengan orang
lain.Contoh: perkenalan, permintaan maaf,belasungkawa,berita keluarga.
2. Surat dinas /resmi adalah surat yang isinya menyangkut segi-segi kedinasan ,baik yang
dibuat instansi swasta maupun pemerintah.Contoh :memorandum,pengumuman ,eda
ran,nota dinas keputusan dan surat kuasa.
3. Surat niaga adalah surat yang dibuat oleh badan usaha/ perseorangan yang bertujuan
mencari keuntungan.Contoh : penawaran,permintaan penawaran,pesanan,pengaduan,
perjanjian jual-beli.

Ciri-ciri surat pribadi seperti berikut.
(1) Tidak menggunakan kop surat/kepala surat
(2) Tidak menggunakan nomor surat
(3) Salam pembuka dan penutup surat bervariasi
(4) Penggunaan bahasa bebas, sesuai dengan keinginan si penulis surat
(5) Format surat bebas

Ciri-ciri surat resmi, seperti berikut.
(1) Menggunakan kepala surat jika yang mengeluarkannya adalah lembaga atau organisasi
(2) Menggunakan nomor surat, lampiran, dan perihal
(3) Menggunakan salam pembuka dan penutup yang lazim atau resmi,
seperti: Assalamualikum, dengan hormat, hormat kami
(4) Menggunakan bahasa dengan ragam resmi atau baku
(5) Menggunakan cap/stempel jika berasal dari sebuah organisasi atau lembaga resmi
(6) Penulisan surat mengikuti format surat tertentu (tidak bebas)

1. Bagian-Bagian Surat
Surat-surat yang resmi, biasanya, mempunyai bagian-bagian surat seperti berikut in
a. Kepala surat i.Tubuh surat ( pembuka,isi,dan penutup surat )
b. Nomor surat j. Salam penutup
c. Tanggal surat k. Tanda tangan,nama dan jabatan penulis
d. Sifat surat m. Inisial
e. Lampiran
f. Hal atau perihal
g. Alamat surat
h. Salam pembuka


.

B. Bentuk-Bentuk Surat Resmi
1. full block style ( lurus penuh )
2. blok style ( penuh )
3. semi offecial ( setengah resmi )
4. offecial ( resmi )
5. indented style ( lekuk )
6. hanging paragraph style ( menggantung )

C. Surat Undangan
Surat undangan adalah surat pemberitahuan akan adanya suatu acara/kegiatan pertemuan upacara dengan harapan agar penerima undangan dapat hadir pada waktu dan tempat yang telah ditetapkan.
1. Bagian-Bagian Surat Undangan
a. Kepala Surat
(1) nama badan usaha,
(2) alamat badan usaha,
(3) nomor telepon,
(4) nomor kotak pos,
(5) identitas lainnya,
(6) tanggal surat,
(7) nomor yang ditujukan/alamat dalam.
b. Isi Surat
(1) salam pembuka,
(2) alasan,
(3) hari dan tanggal,
(4) waktu,
(5) tempat,
(6) acara.
c. Penutup/Kaki Surat
(1) nama badan usaha,
(2) jabatan,
(3) nama jelas,
(4) nomor induk pegawai
(5) tembusan




D. Surat Edaran
Surat edaran disebut juga sirkuler yang berarti surat tersebut dikirim kepada berbagai pihak
yang bentuk dan isinya sama.
1. Pengertian Surat Edaran pada Suatu Instansi.

Surat edaran adalah surat pemberitahuan tertulis yang ditujukankepada pejabat/pegawai. Surat edaran ini berisi penjelasan mengenaisesuatu hal, misalnya kebijakan pimpinan, petunjuk mengenai tata cara pelaksanaan, atau suatu peraturan perundang-undangan.

Bagian-bagian surat ini adalah sebagai berikut.
a. Kepala surat
(1) Tulisan “EDARAN” ditulis dengan huruf besar seluruhnya “Hal”, diberi garis bawah.
(2) Sebelah kiri atas :Di bawah “Hal” ditulis nama pejabat dan alamat yang dituju.
(3) Sebelah kanan atas :Tempat tanggal, bulan, dan tahun.
b. Isi surat edaran/batang tubuh Dirumuskan dalam bentuk uraian yang terdiri atas:
(1) pendahuluan
(2) inti
(3) penutup
c. Kaki surat/bagian akhir, terdiri atas :
(1) nama jabatan
(2) tanda tangan pejabat yang menerbitkan surat edaran
(3) nama pejabat dan NIP/NRP
(4) cap dinas
(5) tembusan (bila dianggap perlu)

Surat lamaran pekerjaan dapat diajukan berdasarkan hal-hal berikut:
Contoh pembuka kalimatnya:
1. Iklan.
- Setelah membaca iklan yang dimuat dalam harian …tanggal yang isiny menyatakan bahwa…
- Dalam harian …tanggal…saya telah membaca iklan yang menyatakan bahwa PT……
membutuhkan …berkenaan hal tersebut, maka…..
- Memenuhi iklan Bapak/Ibu dalam harian…mengenai keperluan tenaga …maka…

2. Informasi dari seseorang
- Berdasarkan informasi dari Bapak …tentang adanya lowongan posisi..di perusahaan Bapak...
3. Pengumuman resmi dari instansi yang membutuhkan tenaga kerja
- Berdasarkan pengumuman Nomor….,tanggal….tentang penerimaan pegawai di… maka saya
yang bertanda tangan di bawah ini…..
4. Permohonan suatu instansi kepada kepala sekolah tertentu
- Setelah membaca informasi dari kepala sekolah tentang permoonan tenaga kerja……
5. Inisiatif sendiri
- Saya yang bertanda tangan di bawah ini……



E. Surat Lamaran Pekerjaan
Surat lamaran pekerjaan adalah surat permohonan untuk memperoleh pekerjaan /jabatan.
Bagian surat lamaran pekerjaan sebagai berikut.
1. Tempat dan tanggal penulisan surat
2. Perihal
3. Alamat surat
4. Salam pembuka
5. Pembuka surat
6. Tujuan surat lamaran pekerjaan
7. Identitas pelamar
8. Penutup surat
9. Tanda tangan dan nama jelas pelamar
Penulis surat lamaran hendaknya mematuhi rambu rambu berikut ini.

1. Jika ditulis tangan, tulislah sendiri di atas kertas bergaris dengan menggunakan kertas
berkualitas baik.
2. Jika diketik, gunakan kertas HVS dengan jarak pengetikan 1 spasi.
3. Bersih, tidak boleh ada coretan, bekas hapusan, tip ex, dan koreksian.
4. Sifatnya optimistis, artinya si pelamar akan mampu bekerja dengan baik.
5. Sapaan yang digunakan dalam surat lamaran, yaitu “ibu” atau “bapak”,dan tidak
disarankan menyapa dengan kata”Saudara”/”Anda”.
Selain itu, bahasa surat lamaran pekerjaan harus memenuhi aturan sebagai berikut:
(1) Bahasa yang digunakan sopan dan simpatik.
(2) Kalimat yang digunakan efektif dan komunikatif.
(3) Menggunakan bahasa yang baku dan ejaan yang tepat.
Contoh : Surat Lamaran Pekerjaan


TUGAS MANDIRI :
Supaya lebih memahami materi pelajaran, lakukanlah tugas berikut.
1. Buatlah surat edaran yang isinya pemberitahuan kepada orang tua tentang adanya kegiatan LDKS bagi siswa kelas XII yang diadakan oleh OSIS.
2. Buatlah surat undangan untuk pengurus OSIS berkenaan dengan akan diadakan rapat pem-
bentukan panitia LDKS.
2. Buatlah surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan yang terdapat disurat kabar sesuai klasifikasi keahlian Anda!(Semua surat ditulis dengan aturan pembuatan surat resmi yang benar dan menggunakan bahasa Indonesia yang baku atau formal)

I. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Jelaskan pengertian surat!
2. Sebutkan surat berdasarkan pemakaiannya?
3. Jelaskan perbedaan surat pribadi, resmi dan dinas!
4. Sebutkan 3 contoh surat dinas!
5. Sebutkan 3 contoh surat resmi bersifat pribadi!
6. Buatlah skema format penulisan surat resmi versi Indonesia lama dan baru serta jelaskan
perbedanya!
7. Carilah contoh surat undangan dinas lalu tempelkan di buku tugas dan koreksilah jika ada
Kesalahan serta betulkan!
8. Jelaskan unsur-unsur surat edaran!
9. Sebutkan bagian-bagian surat lamaran pekerjaan!
10. Buatlah contoh alamat tujuan surat yang lengkap sesuai penulisan yang benar!

2. Daftar riwayat hidup atau biasa disebut curiculum vitae adalah surat keterangan yang berisi data pribadi .Daftar riwayat hidup berfungsi untuk melengkapi surat lamaran pekerjaan.Dengan curiculum vitae seorang pelamar dapat diketahui kualifikasinya.Dengan demikian ,pihak pencari kerja atau perusahaan dapat mengambil keputusan apakah pelamar tersebut memenuhi standar kualifikasi yang dibutuhkan atau tidak.
Daftar riwayat hidup umumnya berisi hal-hal berikut:
a. data pribadi ,misalnya nama,tempat /tanggal lahir,jenis kelamin, dan sebagainya;
b. riwayat pendidikan ,misalnya pendidikan formal,informl,dan sejenisnya;
c. pengalaman kerja ,misalnya pernah bekerja diperusahaan apa,sebagai apa dan berapa lama;
d. keterangan lain,misalnya hobi,tanda penghargaan/prestasi,dan penguasaan baha Asing;

Perbaikilah penulisan bagian-bagian surat lamarn pekerjaan berikut ini sesuai dengan ketentuan
kaidah EYD!
1. Jakarta: 23 Februari 2007
2. Hal : Lamaran Pekerjaan.
3. Perihal : permohonan kerja
4.Kepada
Yth : Saudara Panji
Direktur PT Darmawangsa
Jln.Matraman Raya No.17
Jakarta-Timur
5.Dengan Hormat:
6. Atas perhatiannya,kami ucapkan terima kasih.
7. ( Sutrisni Andini ) ,Pengirim surat
8. HORMAT KAMI

Jawablah pertanyaan -pertanyaan di bawah ini secara singkat dan jelas!
1. Jelaskan mengapa penulisan surat lamaran pekerjaan tidak menggunakan kop surat dan nomor
surat!
2. Bentuk surat apakah yang sering digunakan untuk membuat surat lamaran pekerjaan?
mengapa?
3.Mengapa di dalam surat lamaran pekerjaan digunakan kata saya,bukan kata kami?
4. Bahasa yang digunakan di dalam surat lamaran pekerjaan harus santun tetapi tidak prlu
merendahkan diri .Mengapa?

modul 3.3

Modul C 3.3

Standar Kompetensi :Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Unggul
Kompetensi Dasar :Menulis proposal untuk kegiatan ilmiah
Waktu : 6 jam
Sumber : BSE
Indikator :

- Membuat kerangka proposal sesuai dengan konteksyang ditentukan.
- Menyusun rancangan proposal yang berkonteks kegiatan keahlian masing-masing.
A. Pengertian Proposal
Proposal adalah suatu usulan kegiatan atau rencana yang diterangkandalam bentuk rancangan kerja secara terperinci dan sistematis yangakan dilaksanakan atau dikerjakan. Proposal dibuat untuk mendapatkandukungan atau persetujuan pihak lain. Tapi adakalanya proposal juga dibuat
untuk memohon bantuan dana.
Berdasarkan bentuknya, proposal dapat digolongkan menjadi dua,
yaitu: (1) proposal formal dan (2) proposal semiformal atau proposal sederhana.
B. Sistematika Proposal
1. Proposal Formal
Proposal Formal disusun secara lengkap meliputi tiga bagian utama, yaitu sebagai berikut:
a. Bagian Pelengkap Pendahuluan
b. Isi proposal
c. Bagian Penutup
Bagian ini terdiri atas:
A. Bagian Pendahuluan.
(1) sampul dan halaman judul
(2) prakata
(3) ikhtisar (abstrak)
(4) daftar isi
(5) penegasan permohonan

B. Isi Proposal
Bagian ini terdiri atas:
(1) latar belakang masalah
(2) ruang lingkup masalah
(3) pembatasan masalah
(4) asumsi dasar/kerangka teori
(5) metodologi
(6) fasilitas
(7) personalia (kepanitiaan)
(8) keuntungan dan kerugian
(9) waktu dan biaya

C. Bagian Penutup
Bagian ini terdiri atas:
(1) daftar pustaka
(2) lampiran-lampiran
(3) daftar gambar/tabel

2. Proposal Semiformal
Proposal semiformal terbagi menjadi dua jenis, yaitu: proposal kegiatan umum dan proposal kegiatan ilmiah sederhana.
a. Proposal Kegiatan Umum
Proposal kegiatan umum ialah proposal yang berisi usulan atau rencana krgiatan yang bersifat umum,misalnya kegiatan bazaar,bakti social,pesantren kilat,atau LDKS.
Sistematika proposal kegiatan umum berbentuk sederhana, yaitu
meliputi :
(1) nama kegiatan (judul)
(2) latar belakang atau dasar pemikiran
(3) maksud dan tujuan
(4) sasaran/ruang lingkup
(5) waktu dan tempat kegiatan
(6) penyelenggara/panitia kegiatan
(7) program/jadwal kegiatan
(8) anggaran biaya
(9) penutup

b. Proposal Kegiatan Ilmiah Sederhana
Proposal kegiatan ilmiah sederhana atau proposal penelitian ilmiah sederhana adalah usulan kegiatan yang berisi rancangan kerja atau langkah-langkah untuk melakukan kegiatan ilmiah secara sederhana.
Misalnya, proposal pengamatan, proposal mengadakan diskusi ilmiah.Proposal penelitian sederhana, dan proposal studi kepustakaan.Sistematika proposal kegiatan ilmiah sederhana juga berbentuk sederhana meliputi unsur-unsur berikut.
1) Nama kegiatan ilmiah (judul)
Judul merupakan cerminan dari keseluruhan rencana penelitiannya,karenanya merupakan unsur yang paling penting dan merupakan“wajah” pengenal rencana penelitiannya tersebut.
2) Latar belakang/Dasar penelitian
Latar belakang penelitian memuat alasan-alasan mengapa topik seperti yang tercantum di dalam judul penelitian itu diteliti.
3) Ruang lingkup masalah
Hasil paparan permasalahan dalam latar belakang untuk lebihjelas diuraikan dalam bentuk ruang lingkup/identifikasi masalah.
Identifikasi ini memperlihatkan berbagai kemungkinan masalahyang muncul dan yang dapat diteliti.
Berikut ini adalah contoh identifikasi masalah penelitian ilmiah yangberkaitan dengan pengamatan terhadap profesi pemulung di DKI.
Ruang lingkup masalahnya, misalnya sebagai berikut:
(1) Permasalahan sosial apa sajakah yang ada di DKI Jakarta?
(2) Permasalahan sosial apa sajakah yang menyangkut denganketenagakerjaan di DKI Jakarta?
(3) Bagaimanakah tingkat kepedulian masyarakat DKI Jakarta terhadap permasalahan sosial
yang ada diwilayahnya?
(4) Solusi apa sajakah yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ketenagakerjaan di
DKI Jakarta?
(5) Latar belakang apakah yang membuat para pemulung memilih profesi sebagai pemulung?
(6) Apakah keluarga pemulung ikut serta pula menjadi pemulung.
(7) Bagaimanakah riwayat ekonomi dan pekerjaan.
(7) Bagaimanakah riwayat ekonomi dan pekerjaan para pemulung sebelumnya?
(8) Berapakah penghasilan rata-rata pemulung setiap hari?
(9) Bagaimanakah tingkat kepuasan para pemulung terhadap penghasilan yang diperoleh serta
profesi yang dijalaninya?
(10) Bagaimanakah pandangan para pemulung terhadap pendidikan keluarganya?
(11) Bagaimanakah gambaran para pemulung terhadap masa depan hidupnya?
(12) Bagaimanakah lingkungan tempat tinggal dan lingkungan sosial para pemulung?
(13) Bagaimanakah gambaran iklim kesejawatan di antara parapemulung?
4) Pembatasan masalah
Berdasarkan identifikasi ditetapkan batasan permasalahan.Pembatasan masalah penelitian berupa penetapan lingkup permasalahan dari berbagai masalah yang teridentifikasi sesuai dengan tujuan penelitian.
5) Teknik/metode yang digunakan
Dalam hal ini dijelaskan populasi dan sampel penelitian (jika penelitian sampling) dan teknik pengambilan sampelnya. Jika bukan penelitian sampling atau sensus (populasi), dijelaskansiapa informan yang menjadi subjek penelitian. Selanjutnya metode(teknik) pengumpulan data juga dijelaskan, dan demikian pula metode analisis data yang akan dipergunakan.
6) Tujuan dan manfaat kegiatan
Di sini, dijelaskan apa saja tujuan kegiatan atau penelitian. Lalu dijelaskan pula jika telah diteliti hasilnya akan bermanfaat untuk apa dan untuk siapa.
7) Program kegiatan
Pada bagian ini, penyusun proposal akan menyajikan jadwalatau pembagian waktu pelaksanaan kerja. Jadwal atau programpelaksanaan kegiatan ini untuk memberikan gambaran kepada
penerima proposal tentang kegiatan sejak dari awal hingga akhir.

9) Lokasi dan waktu kegiatan
Dalam proposal juga dijelaskan kapan dan di mana program kegiatan secara keseluruhan dilakukan atau dilaksanakan.
10) Biaya kegiatan
Pada bagian ini dipaparkan perincian anggaran dari pemasukan hingga biaya-biaya yang akan dikeluarkan dalam melaksanakan kegiatan. Dalam penyusunan anggaran diusahakan harus efisien dan logis.
11) Penutup
Bagian ini berisi penegasan permohonan persetujuan pihak yangberwenang menyetujui, seperti kepala sekolah, harapan-harapan,dan ucapan terima kasih. Proposal diakhiri dengan penulisan
tanggal pengajuan proposal dan tanda tangan penanggung jawab proposal.
Contoh proposal kegiatan ilmiah:
Proposal Kegiatan
Dialog Interaktif Dampak Pemakaian Narkoba pada Remaja
Diselenggarakan oleh Gabungan Pengurus OSIS SMK se-Kotamadya Surabaya
Tahun 2003
A. Latar Belakang Masalah
Narkoba atau narkotika dan obat-obatan terlarang sekarang menjadipermasalahan nasional dan ramai dibicarakan cara pemecahannya. Narkobatelah menjadi bencana nasional yang dampaknya lebih hebat dibandingkandengan bencana tanah longsor atau banjir. Penyalahgunaan narkoba akan berdampak sangat luas terhadap kelangsungan hidup bangsa.Penggunaan narkoba sesungguhnya diperlukan alam dunia kedokteran.
Akan tetapi,dengan cepat serta tangan dan jemari gemetar.
Hasil penelitian Fakultas Kedokteran di salah satu universitas di Jakarta menyebutkan bahwa sekitar 70% pelaku penyalahgunaan narkoba adalah remaja. Remaja adalah sekelompok manusia yang tidak mau dianggap anak-anak, tetapi belum mencapai usia dewasa. Tidak dapat dibayangkan dalam usia yang sangat muda mereka sudah terkena racun narkotika.
Apabila hal ini berlangsung terus-menerus, bagaimana masa depan mereka
dan bagaimana masa depan bangsa ini?
Berdasarkan pemikiran ini, kami dari Gabungan Pengurus OSIS SMK se-Kotamadya Surabaya bermaksud mengadakan acara dialog interaktif mengenai penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas dapat diindentifikasi topic topic permasalahan yang berhubungan dengan penyalahgunaan narkoba yaitu seperti berikut.
1. Apa penyebab terjadinya penyalahgunaan narkoba pada remaja?
2. Apa jenis-jenis narkoba yang sering dipakai oleh remaja?
3. Apa ancaman hukum terhadap pengedar dan pemakai narkoba?
4. Bagaimana dampak Pemakaian Narkoba pada Remaja?
5. Apa pengaruh narkoba bagi kesinambungan regenerasi bangsa?
6. Bagaimana memberantas atau memutus jalur pengedaran narkoba?
C. Pembatasan Permasalahan
Dari beberapa indentifikasi topik permasalahan di atas, agar pembahasan lebih terfokus dan berbobot, topik atau permasalah dibatasi hanya pada “Dampak Pemakaian Narkoba pada Remaja.”
D. Teknik Pelaksanaan
Teknik pelaksanaan dialog interaktif ini adalah sebagai berikut.
1. Mengundang para narasumber, yaitu tokoh agama, paramedis,dan mantan pemakai untuk memberikan pandangannya masingmasing selama lima belas menit.
2. Selanjutnya dilakukan dialog interaktif antara peserta dan narasumber yang dibagi atas beberapa termin.
E. Tujuan dan Manfaat Kegiatan
Dialog interaktif ini bertujuan untuk memberikan informasi pada para remaja, khususnya yang masih berstatus pelajar agar mengetahui dampakdampak dari memakai dan menyalahgunakan narkoba dilihat dari berbagai sudut pandang, agama, dan kesehatan. Adapun manfaatnya adalah agar para remaja menghindar dan menjauhkan diri dari narkoba atau narkotika serta obat-obatan terlarang.
F. Lokasi dan Waktu Pelaksanaan
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada;
1. Hari/tanggal : 09 Februari 2003
2. Waktu : 08.00 s.d. selesai.
3. Tempat : Aula SMK Budi Utomo Surabaya
G. Program Kegiatan
Jadwal pelaksanaan dialog interaktif seperti terangkum dalam tabel berikut ini.
No Kegiatan Pelaksanaan
Hari Tanggal/bln/thn Waktu Tempat
1 Mencari nrasumber.
Minggu 26/01/2003 08.00-selesai Surabaya
2 Penyebaran undangan.
Senin-Selasa 3-4/02/2003 08.00-selesai Para pejabat daerah,Kanwil Depdiknas,para kepsek SMK,Guru BP dan siswa se-Surabaya 3 Pelaksanaan dialog interaktif
Minggu 09/02/2003 08.00-selesai Aula SMK Budi Utomo Surabaya.
H. Anggaran Biaya kegiatan
Anggaran biaya untuk melaksanakan kegiatan ini, adalah sebagai berikut:
No Jenis Anggaran Rincian Jumlah
1. Transportasi Rp. 75.000
2. Uang saku/intensif narasumber Rp. 100.000
3. Makanan kecil dan minuman
a. Tamu undangan 100 x Rp.3.000 Rp. 300.000
b. Panitia 25 x Rp. 2.500 Rp. 62.500
c. Minuman gelas 8 kardus x Rp.10.000 Rp. 80.000
4. Peralatan Rp. 100.000
5. Lain-lain:
H. Anggaran Biaya kegiatan
Anggaran biaya untuk melaksanakan kegiatan ini adalah sebagaiberikut.

H. Anggaran Biaya kegiatan
Anggaran biaya untuk melaksanakan kegiatan ini, adalah sebagai berikut:
No Jenis Anggaran Rincian Jumlah
1. Transportasi Rp 75.000
2. Uang saku/intensif narasumber Rp 100.000
3. Makanan kecil dan minuman
a. Tamu undangan 100 x Rp 3.000 Rp 300.000
b. Panitia 25 x Rp 2.500 Rp 62.500
c. Minuman gelas 8 kardus x Rp 10.000 Rp 80.000
4. Peralatan Rp 100.000
5. Lain-lain:
Antar jemput narasumber:
a. tokoh agama Rp 50.000
b. paramedis Rp 72.500
c. tokoh pemuda Rp 45.000
Perlengkapan:
a. sewa kursi 750 x Rp 3.00 Rp 225.000
b. Sewa pengeras suara Rp 100.000
c. Dokumentasi Rp 200.000
Jumlah Anggaran Rp 1.410.500, 00
J. Penutup
Demikian Proposal ini kami ajukan. Besar harapan kami proposal ini dapat dikabulkan.
Surabaya, 3 Januari 2003Mengetahui,Ira Ismurti Drs. Samosir Hanafi Andi Hakim Nasution
Sekretaris Kepala SMK Budi Utomo Ketua
J. Penutup
Demikian proposal ini kami ajukan. Besar harapan kami proposal ini dapat dikabulkan .
Surabaya, 3 Januari 2003
Mengetahui,
Ira Ismurti Drs. Samosir Hanafi Andi Hakim Nasution
Sekretaris Kepala SMK Budi Utomo Ketua
C. Bahasa Proposal
Proposal merupakan jenis tulisan yang formal dan ilmiah. Hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam menulis proposal adalah sebagai berikut.
a. Hendaknya menggunakan bahasa yang jelas dan tepat dengan gaya bahasa yang formal dan
lugas.
b. Kejelasan dan ketepatan isi diwujudkan dengan menggunakan kata atau istilah yang jelas dan
tepat.
c. Paragraf yang kohesif dan koheren
d. Kalimat efektif dan tidak berbelit-belit serta ambigu
e. Mengungkapkan alasan dan tujuan yang logis
d. peran bahasa Indonesia dan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara.
e. kedudukan bahasa Indonesia
5. Dasar pemikiran
a). Teknologi sangat penting, tetapi tidak berarti bahwa seni patut diabaikan.
b). Manusia memerlukan seni seperti juga memerlukan teknologi.
Informasi yang utama dalam penggalan proposal tersebut adalah
a. teknologi
b. seni sangat penting
c. manusia memerlukan seni
d. manusia memerlukan tekno;ogi
e. teknologi dan seni diperlukan oleh manusia
6. Yang merupakan kalimat pembatasan masalah ilmiah adalah
a. Alasan penulis membahas kemasan karton minuman karena banyak produk minuman kemasan
karton beredar di pasar.
b. Dalam minuman kemasan karton terdapat zat-zat potongan, yakni baktri penyebab perut
(colifrom).
c. Kemasan karton cukup tipis, murah, tetapi tidak tahan terhadap tekanan,kemungkinan udara
masuk dan bakteri aerob dapat hidup.
d. Mengingat terbatasnya pengetahuan penulis, penulis membatasi penelitian ini pada uji total
asam karena banyak produk minuman kemasan karton kelompok sari buah berasa asam.
e. Alasan penulis membahas kemasan karton minuman karena kemasan karton lebih rapuh
darpada kemasan kaleng atau kemasan botol.

7. Pada karya ilmiah, disajikan kembali secara ringkas dan jelas pokok pokok permasalahan yang
telah di bahas.
Hal tersebut dalam karya ilmiah terdapat pada bagian.

modul 3.1

Modul C 3.1
Standar Kompetensi : Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Unggul
Kompetensi Dasar : 3.1 Menyimak untuk memahami secara kreatif teks seni berbahasa dan
teks Ilmiah sederhana.
Waktu : 10 jam
Sumber :BSE
Indikator

- Memperlihatkan reaksi kinetik (menunjukkan sikap memperhatikan dan mencatat) terhadap pembacaan puisi/prosa
Fiksi/prosa ilmiah yang diperdengarkan.
- Menunjukkan reaksi verbal berupa komentar terhadapkonteks pembaca puisi/prosa fiksi/prosa factual /ilmiah
Sederhana yang didengar.
- Menjelaskan makna kata konotatif yang berbentuk ungkapan,pepatah,peribahasa atau majas yang tersirat dalam
Puisi /prosa fiksi yang telah dibacakan.
- Mengemukakan pesan yang tersirat dari puisi/prosa fiksi/prosa ilmiah sederhana yang dibacakan.
- Mengungkap unsur intrinsik prosa fiksi (tokoh, penokohan,latar,plot,tema) prosa fakual (tujuan masalah,metode
Pemecahan masalah,dan penyimpulan )dan hakikat puisi(tema,nada,rsa,dan amanat )secara kontekstual.

A. Hakikat Apresiasi
Apresiasi dapat diartikan suatu langkah untuk mengenal, memahami,dan menghayati suatu karya sastra yang berakhir dengan timbulnyapencelupan atau rasa menikmati karya tersebut dan berakibat subjek apresiator dapat menghargai karya sastra yang dinikmatinya secara sadar.

Karya sastra dapat dikenal atau dipahami melalui unsur-unsur yang membangunnya atau disebut dengan unsur intrinsik. Yang dimaksud unsur intrinsik yaitu tema, plot/alur, tokoh, watak tokoh, latar,setting, amanat/pesan, sudut pandang, dan gaya bahasa .Unsur ekstrinsik, yaitu hal-hal yang melatar belakangi terciptanya teks seniberbahasa tersebut. Hal-hal tersebut antara lain latar belakang pengarang,tujuan penulisan, latar sosial-budaya, lingkungan kehidupan pengarang,serta latar belakang pendidikan.

B. Proses Apresiasi
Sebelum melakukan apresiasi, umumnya seseorang memilih bentukkarya sastra atau jenis teks seni berbahasa yang disukai, misalnya bentukkarya sastra prosa, puisi, drama, atau film.
Untuk mengapresiasi sebuah karya sastra atau teks seni berbahasa,perlu dilakukan aktivitas berupa:
(1) mendengarkan/menyimak
(2) membaca
(3) menonton
(4) mempelajari bagian-bagiannya
(5) menceritakan kembali
(6) mengomentari
(7) meresensi
(8) membuat parafrasa
(9) menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan karya tersebut
(10) merasakan seperti: mendeklamasikan (untuk puisi ) atau melakonkan
(untuk drama )
(11) membuat sinopsis untuk cerita, dan sebagainya
C. Jenis Apresiasiatif
Apresiasi bersifat kinetik, yaitu sikap memberikan minat pada sebuah karya sastra lalu berlanjut pada keseriusan untuk melakukan langkah – langkah apresiatif secara aktif. Misalnya, untuk bentuk karya sastra berupa prosa fiksi seperti cerpen dan novel, tindakan apresiatifnya ialah memilih cerpen atau novel yang sesuai kehendaknya.

Apresiasi bersifat verbal, yaitu pemberian penafsiran, penilaian, danpenghargaan yang berbentuk penjelasan, tanggapan, komentar, kritik,dan saran serta pujian baik secara lisan maupun tulisan. Dalam kaitannyadengan aspek kompetensi menyimak, apresiasi bermula pada prosesmendengarkan penyampaian karya sastra secara lisan dengan serius dansaksama, kemudian berlanjut pada pencapaian langkah-langkah apresiasiyang telah dijelaskan di atas.
D. Pengertian Prosa
Prosa ialah karya sastra yang berbentuk cerita yang bebas, tidakterikat oleh rima, irama, dan kemerduan bunyi seperti puisi. Bahasa prosaseperti bahasa sehari-hari. Menurut isinya, prosa terdiri atas prosa fiksi dan nonfiksi.
1. Prosa Fiksi
Prosa fiksi ialah prosa yang berupa cerita rekaan atau khayalanpengarangnya. Isi cerita tidak sepenuhnya berdasarkan pada fakta.Prosa fiksi disebut juga karangan narasi sugestif/imajinatif. Prosa fiksiberbentuk cerita pendek (cerpen), novel, dan dongeng.Di dalam prosa fiksi, terdapat unsur-unsur pembangun yang disebutunsur intrinsik. Yang termasuk unsur intrinsik, yaitu: tema, alur, penokohan,latar, amanat, sudut pandang, dan gaya bahasa.
a. Tema
Tema ialah inti atau landasan utama pengembangan cerita.
b. Alur/Plot
Alur ialah jalan cerita atau cara pengarang bercerita. Alur dapatdisebut juga rangkaian atau tahapan serta pengembangan cerita. Darimana pengarang memulai cerita mengembangkan dan mengakhirinya.Alur terdiri atas alur maju, alur mundur (flash back), alur melingkar,
dan alur campuran. Tahapan-tahapan alur yaitu:
(1) pengenalan
(2) pengungkapan masalah
(3) menuju konflik
(4) ketegangan
(5) penyelesaian

c. Penokohan
Penokohan ialah cara pengarang mengambarkan para tokoh didalam cerita. Penokohan terdiri atas tokoh cerita, yaitu orang-orangyang terlibat secara langsung sebagai pemeran sekaligus penggerakcerita dan orang-orang yang hanya disertakan di dalam cerita.Tokoh utama disebut dengan tokoh protagonist dan lawannya adalah tokoh antagonis.Tokoh penghubung keduanya disebut tokoh tritagonis.
d. Latar/Setting
Latar cerita adalah gambaran tentang waktu, tempat, dansuasana yang digunakan dalam suatu cerita.
e. Amanat
Amanat cerita adalah pesan moral atau nasehat yang disampaikanoleh pengarang melalui cerita yang dikarangnya
f. Sudut Pandang Pengarang
Sudut pandang pengarang atau point of view ialah posisi pengarangdalam cerita. Posisi pengarang dalam cerita terbagai menjadi dua,terlibat dalam cerita dan berada di luar cerita.
g. Gaya Bahasa
Gaya bahasa adalah bagaimana pengarang menguraikan ceritanya.Ada yang menggunakan bahasa yang lugas, ada yang bercerita denganbahasa pergaulan atau bahasa sehari-hari.

2. Prosa Nonfiksi
Prosa nonfiksi ialah karangan yang tidak berdasarkan rekaan ataukhayalan pengarang, tetapi berisi hal-hal yang berupa informasi faktual(kenyataan) atau berdasarkan pengamatan pengarang.
Yang termasuk karangan semi ilmiah ialah : artikel, tajuk rencana,opini, feature, tips, biografi, reportase, iklan, pidato, dan sebagainya.

a. Artikel
Artikel ialah karangan yang berisi uraian atau pemaparan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
(1) isi karangan bersumber pada fakta bukan sekadar realita
(2) bersifat faktual dengan mengungkapkan data-data yang diketahui pengarang bukan yang sudah umum diketahui (realita)
(3) uraian tidak sepenuhnya merupakan hasil pemikiran pengarang,
tapi mengungkapakan fakta sesuai objek atau narasumbernya
(4) isi artikel dapat memaparkan hal apa saja seperti, pariwisata, kisah
perjalanan, profil tokoh, kisah pengalaman orang lain, satir, atau humor.

b. Tajuk Rencana
Tajuk rencana atau editorial adalah karangan yang bersifat argumentatifyang ditulis oleh redaktur media massa mengenai hal-hal yang faktualdan aktual (sedang terjadi atau banyak dibicarakan orang). Isi tajukmerupakan pandangan atau tanggapan dari penulisnya mengenai
suatu permasalahan atau peristiwa. Tajuk rencana juga diistilahkandengan editorial.
Contoh Tajuk Rencana:Komersialisasi Pendidikan.
c. Opini
Opini adalah tulisan berisi pendapat, pikiran atau pendirian seseorang
tentang sesuatu.
Fakta adalah sesuatu hal yang benar-benar terjadi.
d. Feature
Feature atau ficer ialah sejenis artikel eksposisi yang memberikantekanan aspek tertentu yang dianggap menarik atau perlu ditonjolkandari suatu objek atau peristiwa yang memiliki daya tarik secaraemosional, pribadi, atau bersifat humor. Isi feature bukan berita yangaktual, tapi kejadian yang sudah berlalu.
e. Biografi
Biografi adalah kisah atau riwayat kehidupan seorang tokoh yangditulis oleh orang lain. Biografi ditulis dengan berbagai tujuan. Salahsatunya untuk memberikan informasi bagi pembaca tentang latarbelakang kehidupan seorang tokoh dari sejak kecil hingga mencapaikarir di kehidupannya kemudian. Jika tokoh itu sendiri yang menulisnyadisebut otobiografi


f. Tips
Tips ialah karangan yang berisi uraian tentang tata cara atau langkahlangkahoperasional dalam melakukan atau membuat sesuatu.
g. Reportase
Reportase ialah karangan yang berupa hasil laporan dari liputan suatuperistiwa atau kejadian yang sedang berlangsung atau belum lamaberlangsung untuk keperluan berita di media massa.
h. Jurnalisme Baru (New Journalism)
Jurnalisme Baru (new journalism) ialah semacam berita yangdituliskan ke dalam bentuk novel atau cerita pendek.
i. Iklan
Iklan ialah informasi yang disajikan lewat media massa, buletinatau surat edaran yang bertujuan untuk memberitahukan ataumempromosikan suatu barang atau jasa kepada khalayak untuk
kepentingan bisnis, pengumuman, atau pelayanan publik. Iklan terdiriatas iklan keluarga, undangan, pengumuman, penerangan, niaga,lowongan pekerjaan, dan sebagainya.
Ciri-ciri bahasa iklan:
(1) Kalimatnya singkat; hanya menonjolkan bagian-bagian yang dipentingkan.
(2) Uraian bersifat informatif dan persuasif,
(3) Menggunakan kata-kata yang terpilih dan menarik perhatian orang
untuk mengetahui, mencoba, atau ingin memiliki.
j. Pidato atau khotbah.
Pidato ialah aktivitas mengungkapkan pikiran, ide, gagasan secaralisan dalam bentuk rangkaian kata-kata atau kalimat kepada orang banyak dengan tujuan tertentu.
Bahasa dan isi pidato disesuaikan dengan pendengar (audience)berdasarkan, tingkat pemikiran atau pendidikan, usia, dan topikpembicaraan. Bagian-bagian pidato ialah seperti berikut.
1. Bagian pembukaan berisi:
(1) salam pembuka
(2) ungkapan sapaan
(3) puji syukur kepada Tuhan
(4) penegasan konteks pertemuan atau acara
2. Bagian isi berisi uraian pidato sesuai dengan yang telah direncanakan.
3. Penutup pidato, berisi:
(1) kesimpulan isi pidato
(2) harapan-harapan atau himbauan
(3) ucapan terima kasih dan permohonan maaf
(4) salam penutup
Beberapa hal berikut harus diperhatikan dalam menyimak pidato.
1. Simaklah isi pidato dengan saksama dari awal hingga akhir.
2. Pahami gagasan, pendapat, atau pesan yang disampaikan dalam pidato.
3. Ingatlah atau catatlah hal-hal penting yang terdapat dalam uraianpidato dan beri komentar.
2. Hakikat Puisi
Puisi bukan lagi sebuah bentuk karya sastra yang kaku dan penuh persyaratan.
Puisi dalam pengertian modern adalah puisi yang bebas. Puisi merupakan aktualisasi ekspresi dan ungkapan jiwa penulisnya. Sebagai sebuah karya sastra, puisi tetap harus memiliki kemampuan menampung segala unsur yang berkaitan dengan kesastraan.
Setidaknya ada tiga aspek yang perlu diperhatikan untuk memahami
hakikat puisi. Tiga aspek tersebut, yaitu: sifat seni, kepadatan, dan ekspresi tidak langsung.
a.Sifat atau Fungsi Seni
Sebagai karya sastra, di dalam puisi harus terdapat unsur estetika atau keindahan.
b. Kepadatan
Di dalam puisi, ungkapan yang ingin disampaikan tidak semuanya diuraikan.
c. Ekspresi Tidak Langsung
Selain mengandung nilai estetika atau keindahan serta bentuk pilhan kata dan tata kalimat yang mengandung pengertian yang padat,puisi juga merupakan media pengungkapan ekspresi secara tidak langsung. Pengungkapan ekspresi tidak langsung ini terbukti dengan dominannya penggunaan kata yang bermakna konotasi atau kiasan.

3. Unsur-Unsur di dalam Puisi
Selain memiliki unsur-unsur yang tampak seperti diksi
(penggunaan ungkapan, majas, peribahasa), tipografi (pola susunan puisi seperti larik, bait) dan rima/ritme (persamaan bunyi), puisi jugam emiliki unsur batin. Unsur batin di dalam puisi meliputi: tema, rasa (feeling), nada ,dan amanat.
a. Tema
Tema adalah landasan atau dasar pijakan bagi penyair untuk mengembangkan puisi. Tema juga merupakan gagasan pokok yang diungkapkan dalam sebuah puisi.
b. Perasaan /Rasa
Rasa adalah ungkapan atau ekspresi penyair kepada sesuatu yang dituangkan ke dalam puisinya. Rasa juga merupakan cara bagaimana penyair mengejawantahkan bentuk perasaan pengalaman batinnya kepada keahlian untuk memilih kata-kata figuratif yang dianggap dapat mewakili perasan atau ekspresinya terhadap sesuatu.
c. Nada dan Suasana
Nada adalah bentuk sikap atau keinginan penyair terhadap pembaca. Apakah penyair lewat puisinya ingin memberikan nasihat, menyindir, mengkritik, atau mengejek pembaca.
d. Pesan atau Amanat
Pesan atau amanat adalah hal yang ingin disampaikan oleh penyair kepada pembaca lewat kata-kata dalam puisinya.
Latihan 1
I.Bacalah salah satu novel atau cerpen kemudian analisislah unsur-unsur karya sastra!
Kemudian presentasikan di depan kelas secara kelompok!
II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Prosa?
2. Sebutkan bentuk-bentuk karya sastra!
3. Apa perbedaan prosa dan puisi?
4. Sebutkan macam-macam prosa fiksi!
5. Sebutkan jenis-jenis prosa nonfiksi!
6. Sebutkan unsur-unsur intrinsik karya sastra!
7. Apa yang dimaksud dengan ficer atau featur?
8. Jelaskan ciri bahasa iklan!
9. Sebutkan sistematika pidato!
10. Sebutkan unsur-unsur batin yang ada di dalam puisi!

III. Tuliskan sebuah artikel umum dan kirimlah ke email guru Anda!

modul 3.2

MODUL 3.2 Standar Kompetensi : Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Unggul
Kompetensi Dasar :3.2 Mengapresiasi secara lisan teks seni berbahasa dan teks ilmiah
sederhana
Waktu : 10 jam
Sumber : BSE
Indikator

- Mengomentari teks sastra/ilmiah sederhana yang telah dibacakan.
- Menjelaskan makna idiomatik yang terkandung dalam teks sastra (cerpen, puisi, dan novel) seperti pepatah,
peribahasa dan majas.
- Menjelaskan pesan yang tersirat dari teks sastra tersebut
- Mengungkapkan unsur intrinsik dan ekstrinsik (identitas pengerang;nama;karya-karya sastra yang telah dibacakan.
- Menceritakan kembali isi cerita yang telah dibahasakan dengan klimat sendiri
- Meramalkan kelanjutan cerita yang telah selesai dibacakan dengan baik.
- Mengidentifikasi makna dan pesan yang tersirat dari pilihan kata dan teks sastra yang telah dibacakan
- Mengaitkan istilah dalam teks sastra yang dibacakan dalamkehidupan sehri-hari
- Menyatakan tanggapan terhadap isi dan cara penyajian karya sastra yang telah dibaca.

A. Diksi, Makna Idiomatik, Ungkapan, Majas, dan Peribahasa.
Diksi ialah pilihan kata. Artinya, seseorang memilih dan menggunakan kata yang tepat untukmenyatakan sesuatu.
1. Makna Denotatif dan Konotatif
Makna denotatif adalah makna sebenarnya atau makna yang memang sesuai pengertian yang dikandung oleh kata tersebut.kata makan artinya memasukkan sesuatu ke dalam mulut , dikunyah, dan ditelan. Arti kata makan tersebut adalah makna denotatif. Makna denotatif disebut jugamakna umum.
Makna konotatif ialah bukan makna sebenarnya. Dengan kata lain,makna kias atau makna tambahan. Contoh kata putih bisa bermakna suciatau tulus tapi juga dapat bermakna menyerah atau polos.Penggunaan kata bermakna konotatif juga berkaitan dengan nilai rasa halus dan kasar.
Contoh lain:
No Nilai Rasa Halus Nilai Rasa Kasar
1 tunawisma gelandangan
2 mangkat, wafat, meninggal mampus, mati
3 pramuwisma pelayan, pembantu, babu
4 buang air kecil kencing
5 pegawai, karyawan buruh, kuli
6 hamil, mengandung bunting
7 melahirkan, bersalin beranak
8 menikah kawin
9 bodoh bego, goblok, tolol
10 gemuk gendut, gembrot
11 pendek kuntet,kate.




2. Ungkapan dan Peribahasa
Ungkapan adalah satuan bahasa (kata, frasa, atau kalimat) yang tidak dapat diramalkan berdasarkan unsur-unsur pembentuknya.Contoh:
ungkapan, yaitu perang dingin, kabar angin, kambing hitam, naik daun.
Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang mengisahkan maksud
tertentu berupa perbandingan, pertentangan, sindiran, dan penegasan.
Contoh peribahasa, yaitu habis manis sepah dibuang, bergantung pada akar
lapuk, seperti anak ayam kehilangan induk, bagai telur di ujung tanduk.
Ungkapan dan peribahasa juga banyak digunakan dalam cerpen, novel

3. Penggunaan Majas di dalam Karya Sastra
Majas adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menimbulkan
kesan imajinatif atau menciptakan efek-efek tertentu bagi pembaca atau
pendengarnya. Majas terdiri atas: 1). Majas Perbandingan; 2). Majas
pertentangan; 3). Majas sindiran; 4). Majas penegasan

a. Majas perbandingan
Majas perbandingan terdiri atas tujuh bentuk berikut:
1) Asosiasi atau Perumpamaan
Majas asosiasi atau perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama.
Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama,seperti, dan laksana.
Contoh :
a) Semangatnya keras bagaikan baja.
b) Mukanya pucat bagai mayat.
2) Metafora
Majas metafora adalah majas perbandingan yang diungkapkan
secara singkat dan padat.
Contoh :
a) Dia dianggap anak emas majikannya.
b) Perpustakaan adalah gudang ilmu.
3) Personifikasi
Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.
Contoh:
a) Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
b) Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
4) Alegori
Alegori adalah majas perbandingan yang bertautan satu dan yanglainnya dalam kesatuan yang utuh. Alegori biasanya berbentukcerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
Contoh:
Cerita Kancil dengan Buaya dan Kancil dengan Burung Gagak.
5) Simbolik
Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda-benda lain sebagai simbol atau lambang.
Contoh:
a) Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
b) Melati, lambang kesucian
c) Teratai, lambang pengabdian
6) Metonimia
Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.
Contoh:
a) Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
b) Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)

7) Sinekdokhe
Sinekdokhe adalah majas yang menyebutkan bagian
7) Sinekdokhe
Sinekdokhe adalah majas yang menyebutkan bagian untukmenggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
Contoh:
(a) Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
(b) Per kepala mendapat Rp. 300.000.
b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
Contoh:
(a) Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
(b) Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.
b. Majas Sindiran
Majas sindiran terdiri atas ironi, sinisme, dan sarkasme.
1) Ironi
Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud menyindir.
Contoh:
a) Ini baru siswa teladan, setiap hari pulang malam.
b) Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca.
2) Sinisme
Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung.
Contoh :
a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan
oleh orang terpelajar sepertimu.
b) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu.
72 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Unggul Kelas XII
3) sarkasme
3) sarkasme
Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.
Contoh:
a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!

c. Majas Penegasan
Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.
1) Pleonasme
Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.
Contoh:
a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat
tempur.
2) Repetisi
Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.
Contoh:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.
3) Paralelisme
Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.
Contoh:
Cinta adalah pengertian
Cinta adalah kesetiaan
Cinta adalah rela berkorban
4) Tautologi
Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan.Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.
Contoh:
a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.
5) Klimaks
Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturu turutdan makin lama makin meningkat.
Contoh:
a) Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak.
b) Ketua Rt, Rw, kepala desa, gubernur, bahkan presiden sekalipun tak berhak mencampuri urusan pribadi seseorang.
6) Antiklimaks
Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut
yang makin lama menurun.
a) Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran
itu.
b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan
HUT RI ke -62.
7) Retorik
Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran,atau menggugah.
Contoh:
a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja.
b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?
d. Majas Pertentangan
Majas pertentangan terdiri atas empat bentuk berikut.
1) Antitesis
Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.
Contoh:
a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.
2) Paradoks
Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.

Contoh;
a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.

3) Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalamatau meminta perhatian.
Contoh:
a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.
4) Litotes
Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.
Contoh:
a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.

b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya ini ?

B. Menangkap Pesan yang Tersirat dalam Karya Sastra
Salah satu unsur intrinsik sebuah prosa adalah amanat. Amanat adalahpesan yang ingin disampaikan oleh pengarang lewat cerita. Pesan ada yang diungkapkan secara tersurat dan juga tersirat. Pesan tersirat biasanya ditafsirkan sendiri oleh pembacanya, atau dapat diketahui setelah membaca seluruh cerita.
C. Memberi Tanggapan terhadap Prosa
Seseorang dapat memberi tanggapan terhadap sebuah karya sastra baik prosa maupun puisi dalam bentuk resensi. Resensi adalah tulisan berisi ulasan, penilaian, pertimbangan, atau pembicaraan suatu karya sastra.
Tujuan penulisan resensi adalah memberikan informasi kepada pembaca mengenai keunggulan dan kelemahan fiksi atau nonfiksi tersebut.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun resensi novel atau cerpen adalah sebagai berikut.
1. Tema
a. Apakah tema cerita itu?
b. Apakah tema itu dapat diterima sebagai kebenaran umum?
2. Alur
a. Pola apa yang dipakai pengarang untuk membangun ceritanya?
b. Insiden atau konflik apa yang dipilih untuk mengembangkan tema cerita itu?
c. Apakah terdapat hubungan yang wajar dan baik antara peristiwa di dalam cerita dengan tema tertentu.
d. Mengapa suatu peristiwa lebih menonjol daripada peristiwa lainnya?
e. Apakah peristiwa demi peristiwa saling bersambungan dan berkaitan?
f. Apakah pengembangan peristiwa disusun secara rapih?
g. Bagaimana hubungan peristiwa dengan perjalanan hidup tokoh

3. Latar
a. Kapan dan di manakah peristiwa atau cerita itu terjadi?
b. Apakah latar berperan dalam pengembangan cerita? Menguatkan atau bahkan melemahkan?

4. Tokoh
a. Bagaimana karakter tokoh cerita ditampilkan oleh pengarang?
Apakah secara langsung atau melalui dialog tokoh lainnya?
b. Apakah karakter tokoh dalam cerita memang wajar atau terkesan dibuat-buat?

c. Bagaimana hubungan antar-tokohnya?
d. Apakah peranan tokoh dapat menghidupkan alur cerita?
e. Bagaimana peranan tokoh dalam menghidupkan tema?
5. Sudut Pandang
a. Dari sudut siapakah pengarang memaparkan ceritanya?
b. Apakah sudut pandang yang dipilih pengarang konsisten dalam seluruh ceritanya?
6. Amanat
a. Bagaimana pengarang memberikan pesan atau amanat dalam ceritanya?
b. Apakah amanat yang disampaikan pengarang dalam ceritanya?
c. Bagaimana pengarang menyampaikan amanat ceritanya terkesan menggurui atau tidak?

7. Bahasa
a. Gaya bahasa apakah yang dipakai pengarang dalam bercerita?
b. Apakah bahasa yang dipergunakan berkesan dan sugestif?
c. Apakah gaya bahasa yang digunakan wajar, tepat, dan hidup?
Dalam meresensi prosa, penulis resensi dapat pula mengupas
sedikit mengenai unsur ekstrinsik prosa yang diresensi. Unsur-unsur
ekstrinsik karya sastra antara lain sebagai berikut:
(1) latar belakang pengarang
(2) tujuan membuat karya
(3) kondisi sosial budaya 4) kultur budaya pengarang
(5) pengalaman pengarangya dan lingkungan yang memengaruhi karya.Di samping mengamati unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsiknya, kitajuga harus melihat keunggulan dan kelemahan karya sastra tersebut.Keunggulan bukan hanya dari sisi cerita saja tapi juga dari segi fisik buku misalnya gambar sampul, ilustrasi, pembagian subjudul, atau kualitas kertas. Demikian juga pada aspek kelemahan atau kekurangannya.

Latihan
I. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Jelaskan yang dimaksud dengan makna konotasi dan denotasi
serta berikan contohnya masing-masing!
2. Sebutkan macam-macam majas perbandingan!
3. Jelaskan bagaimana caranya menangkap makna yang tersirat dalam prosa fiks
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan resensi!
5. Hal apa saja tentang tema yang harus diperhatikan dalam merensi buku!
6. Jelaskan apa yang dimaksud majas metonimia. Tuliskanlahcontohnya!
7. Sebutkanlah jenis majas perbandingan!
8. Sebutkanlah unsur-unsur ekstrinsik karya sastra!
9. Apa arti pribahasa, “ hujan sehari menghapus kemarau setahun”!
10. Lanjutkan penggalan cerita ini hingga menjadi penggalan yang kronologis!

II.Bentuklah kelompok terdiri atas 4 orang Guru Anda akan membacakan sebuah cerita pendek
untuk didengarkan dengan saksama. Setiap kelompok membagi anggotanya untuk melakukan
tugas berikut:
1. mencatat keunggulan dan kelemahan cerpen,
2. membuat sinopsis untuk diceritakan kembali,
3. mencatat pemakaian ungkapan, majas, atau peribahasa dalam cerpen
4. mencatat pesan atau amanat yang tersirat.
Setelah selesai mengerjakan tugas setiap kelompok mengungkapkan hasil pekerjaanya kepada
Guru secara lisan.

online