ISMIYATI

modul 2.5

MODUL 2.5
Standar Kompetensi : Berkomnikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat madya
Kompetensi Dasar :2.5 Menggunakan secara lisan kalimat tanya/pertanyan dalam
konteks bekrja.
Sumber : BSE
Waktu :4 jam
Indikator
- Mengajukan pertanyaan yang sesuai dengan topic pembicaraan untuk menggali informasi secara santun
- Mengajukan pertanyaan yang memerlukan jawaban ya atau tidak , misalnya untuk memantapkan pema-
haman ( klarifikasi),meminta kepastian ( konfirmasi).
- Menggunakan pertanyaan retorik dengan menerapkan konsep dan ciri kalimat retorik
- Mengajukan pertanyaan secara tersamar dengan kalimat tanya untuk tujuan selain bertanya, seperti: me-
mohon,meminta,menyuruh,mengajak,merayu,menyindir,meyakinkan,atau menyanggah.
A. Pengertian dan Fungsi Kalimat Tanya
Kalimat tanya adalah kalimat yang disampaikan dengan maksud mendapat jawaban berupa informasi, penjelasan, atau pernyataan. Jawaban atas kalimat tanya dapat berbentuk jawaban pendek atau panjang.
Kalimat tanya berfungsi untuk meminta jawaban berupa penjelasan, untuk menggali informasi, untuk klarifikasi, atau konfirmasi. Kalimat tanya juga digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu yang disebut kalimat tanya tersamar. Selain itu, ada juga kalimat tanya yang diajukan tanpa memerlukan jawaban yang disebut kalimat tanya retoris. Pada pelajaran ini, macam-macam kalimat tanya seperti itu akan kita pelajari kembali.
Perhatikan contoh keragaman kalimat tanya berikut.
1. Apakah Anda bersedia ditugaskan di sini? (konfirmasi)
2. Dari semua barang yang ditawarkan ini, mana yang Anda pilih?( pilihan)
3. Di manakah alamat Anda? (menggali informasi tentang tempat)
4. Apakah kita tidak malu menjadi bangsa yang terkenal karena korupsinya?(retorik)
5. Siapa yang tidak hadir hari ini? (menanyakan orang)
6. Bagaimana perasaannya, hanyalah Tuhan yang tahu. (retorik)
7. Diakah orang yang kemarin mencarimu? (klarifikasi)
8. Sudahkah Anda terima kiriman saya kemarin? (konfirmasi)
9. Dapatkah Anda menyelesaikan tugas ini dengan cepat? (menyuruh)
10. Siapakah yang tidak ingin sukses? (retorik)
B. Jenis Kalimat Tanya
Dilihat dari pemakaian secara lisan maupun kalimat, kalimat Tanya dapat dibedakan menjadi kalimat tanya biasa, tanya retoris, kalimat Tanya bertujuan untuk klarifikasi atau konfirmasi, dan kalimat tanya tersamar.
Salah satu ciri kalimat tanya ialah menggunakan kata tanya. Kata Tanya biasanya digunakan untuk pertanyaan yang bertujuan meminta penjelasan atau menggali informasi. Di bawah ini adalah tabel yang berisi macam-macam kata Tanya dan tujuan.



2. Kalimat Tanya Retorik
Kalimat tanya retorik ialah kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban atau tidak mengharuskan adanya jawaban.
Contoh kalimat tanya retorik:
1. Saya tidak habis pikir mengapa dia menolak penugasan itu.
2. Siapa yang bekerja keras, dialah yang akan menjadi orang sukses.
3. Mana mungkin kita mampu membalas jasa kedua orang tua kita.
4. Apakah kita harus kembali dijajah?
5. Bagaimana bisa tugasmu selesai, kerjaanmu hanya bermalas-malasan.
Ciri-ciri pertanyaan retorik:
(1) berbentuk pertanyaan dan penegasan,
(2) terkadang menggunakan kata tanya,
(3) tidak memerlukan jawaban,
(4) orang yang bertanya dan yang ditanya sama-sama mengetahui jawabanya
3. Kalimat Tanya untuk Konfirmasi dan Klarifikasi
Untuk melakukan klarifikasi (penjernihan) maupun konfirmasi
(pembenaran/penegasan), kita perlu mengajukan pertanyaan yang jawabannya cukup perkataan ya atau tidak, atau ya atau bukan. Ada beberapa hal yang menandai bentuk pertanyaan untuk konfirmasi atau klarifikasi, yaitu seperti berikut.
1. Menggunakan informasi tanya dengan menekankan kata-kata yang dipentingkan.
Contoh:
1. Dia yang memukulmu kemarin?
2. Kalau begitu, Bapak yang berada di belakang ini semua?
2. Menggunakan partikel –kah.
Contoh:
1. Inikah yang dinamakan cinta?
2. Anak itukah yang dicari polisi?
3. Menggunakan kata tanya apa atau apakah.
Contoh:
1. Apa Bapak bersedia hadir pada acara peresmian kantor baru?
2. Apakah Anda masih sekolah?
4. Menggunakan kata tidak atau bukan sebagai unsur penegas.
Contoh:
1. Kamu jadi berangkat ke Bandung atau tidak?
2. Minuman ini beralkohol atau bukan?
5. Sebagai penegasan benar tidaknya, menggunakan kata bantu:betul,jadi benar,jadi .
Contoh:
1. Jadi dia yang mendapat rangking satu?
2. Betul kamu yang mengambil uangnya?
3. Jadi benar ayahnya seorang pembunuh bayaran?
4. Benar dia adik kandungmu?
4. Kalimat Tanya Tersamar
Kalimat tanya tersamar adalah kalimat yang berisi pertanyaan yang diajukan secara tidak langsung bukan untuk menggali informasi, klarifikasi, dan konfirmasi melainkan mengandung maksud-maksud lain.
Beberapa model kalimat tanya tersamar antara lain seperti berikut.
a. Kalimat tanya tersamar untuk tujuan memohon
Contoh:
1. Terima kasih Anda tidak membuang sampah di sini.
2. Tidak keberatan, kan kamu membawa koper ini?
3. Sudikah Anda mampir ke rumahku?
b. Kalimat tanya tersamar untuk tujuan meminta
Contoh:
1. Masakan Anda kelihatannya lezat sekali?
2. Dapatkah Anda membantu saya hari ini.
3. Bolehkah makanan ini saya cicipi?
c. Kalimat tanya tersamar untuk tujuan menyuruh
Contoh:
1. Saya sangat senang jika Anda yang mengerjakan proyek ini.
2. Sebaiknya kamu jangan berangkat sekarang.
3. Maukah adik membantu saya menyelesaikan tugas ini?
d. Kalimat tanya tersamar untuk tujuan mengajak
Contoh:
1.Bukankah Bapak bersedia untuk menyumbangkan tenaga dan pikiran dalam kegiatan amal ini?
2. Siapkah Anda berangkat sekarang?
3. Bisakah membuat kopi untuk kakek?
e. Kalimat tanya tersamar untuk tujuan merayu
Contoh:
1. Kamu orang yang sangat handal dalam mengatasi berbagai masalah.
2. Tentunya Anda yang pantas menduduki jabatan ini.
3. Siapa yang menolak berteman dengan orang sebaik kamu?
f. Kalimat tanya tersamar untuk tujuan menyindir (mengkritik, mencela,
mengejek)
Contoh:
Memang ya pekerjaannya luar biasa sulit sehingga kamu bias menyelesaikannya dengan cepat. pekerjaan semudah ini tidak biasa diselesaikan dengan benar.
g. Kalimat tanya tersamar untuk tujuan meyakinkan
Contoh:
1. Saya rasa kamu mampu mengerjakannya hari ini?
2. Haruskah aku bersumpah agar kamu percaya?
3. Inikah hasil usahamu.
h. Kalimat tanya tersamar untuk tujuan menyetujui
Contoh :
1. Saya kira kita sama-sama sependapat bukan?
2. Mana mungkin saya menolak ajakanmu?
3. Anda setuju dengan usulnya, kan?
i. Kalimat tanya tersamar untuk tujuan menyanggah
Contoh:
1. Apakah tidak lebih baik kita tanyakan dulu masalah yang
sebenarnya?
2. Kamu ke sini tidak takut dimarahi ayahmu?
3. Mengapa kamu datang lagi ke sini?
j. Kalimat tanya tersamar untuk menawarkan sesuatu
Contoh:
1. Boleh saya bantu?
2. Anda membutuhkan bantuan saya?
3. Masih adakah yang perlu saya bawakan?
C. Mengutarakan Pendapat dengan Kalimat Tanya yang Santun
Teknik atau cara mengajukan pertanyaan adalah seperti berikut.
(1) Pertanyaan yang diajukan harus relevan dengan topik yang akan ditanyakan.
(2) Pertanyaan yang diajukan benar-benar mengesankan keingintahuan terhadap sesuatu yang
menjadi topik pembicaraan.
(3) Pilihlah kata-kata yang baik dan santun agar mendapat respons yang baik dan mendapatkan
jawaban yang memuaskan..
(4) Hindari pertanyaan yang bersifat subjektif/pribadi.
(5) Pertanyaan yang diajukan harus bersifat menggali informasi sebelum berlanjut ke pertanyaan
yang bersifat konfirmasi atau penegasan.
(6) Jika pertanyaan menuntut sebuah tanggapan atau penilaian dari narasumber ada baiknya jika
Pertanyaan diawali dengan kata “menurut pendapat ...”. Misalnya, ”Menurut pendapat
Bapak, bagaimana peranan pemuda dalam memberantas penyalahgunaan narkoba?”
(7) Pertanyaan tidak bersifat memaksa, menekan, atau cenderung bertujuan mencari kesalahan
narasumber.
Contoh:
Berikut ini contoh sebuah wawancara reporter.terlampir
Keterangan :
Konfirmasi adalah penegasan ,pengesahan,dan pembenaran.
Klarifikasi adalah penjernihan,penjelasan,dan pengembalian kepada apa yang sebenarnya.
TUGAS KELOMPOK
1. Bacalah wacana dialog di awal bab bersama teman sebangku Anda dengan penghayatan. Satu orang sebagai pewawancara, satunya lagi sebagai narasumber. Ucapkanlah secara lisan kalimat tanya dengan intonasi yang tepat. Lakukanlah secara bergantian!
2. Analisislah bersama teman Anda, pemakaian kalimat tanya yang terdapat pada naskah drama di atas. Klasifikasikanlah berdasarkan macamnya!
3. Buatlah dialog singkat dengan menggunakan beberapa kalimat tanya!
4. Jelaskanlah kalimat tanya yang Anda gunakan dalam dialog tersebut!

II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Carilah kalimat pertanyaan yang bersifat retoris dari cerita drama di atas!
2. Temukan kalimat tanya yang bersifat konfirmasi dari cerita drama diatas!
3. Setelah kamu membaca percakapan dalam naskah drama, jelaska topik pembcaraan
dalam naskah tersebut!
4. Adakah sikap-sikap yang menyimpang dari ketentuan dalam menerapkan pola gilir dalam
Berkomunikasi dalam dialog drama tersebut!
5. Buatlah kalimat tanya tersamar dengan tujuan mengajak, menyuruh meminta masing-masing
dua kalimat.

modul 2.4

MODUL 2.4

Standar Kompetensi :Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Madia
Kompetensi Dasar : Membaca untuk memahami makna kata,bentuk kata,ungkapan dan
kalimat dalam konteks bekerja.
Sumber : BSE
Jam : 4 jam
Indikator
- Mengelompokkan kata, bentuk kata, ungkapan, dan kalimat berdasarkan kelas kata dan makna kata.
- Mendaftar kata-kata yang berpotensi memiliki sinonimdan antonim dalam teks bacaan.
- Mengidentifikasi kata (termasuk bentuk kata baru), frasa,kalimat yang dipersolkan kebenaran /ketepatan
berdasarkan paradigm atau analogi.
- Mengidentifikasi kata, frasa, kalimat, atau bentuk kata baru yang perlu dipersoalkan kebenaranya
berdasarkan kaidah atau kelaziman.

A. Klasifikasi Kata Berdasarkan Kelas Kata
Secara umum kelas kata terdiri atas 5 macam, yaitu:
(1) kata kerja (verba)
(2) kata sifat (adjektif )
(3) kata keterangan (adverbia)
(4) kata benda (nomina), kata ganti (pronomina), kata bilangan (numeralia)
(5) kata tugas
B. Klasifikasi Kata Berdasarkan Bentuk Kata
Dari segi bentuknya, kata dapat dibedakan atas empat macam, yaitu :
1. Kata Dasar
2. Kata Turunan
3. Kata Ulang
4. Kata Majemuk.
C. Klasifikasi Kata Berdasarkan Makna Kata
a. Makna denotatif
Makna denotatif ialah makna yang paling dekat dengan bendanya (makna konseptual), atau kata yang mengandung arti sebenarnya.
Contoh:
1. Bunga mawar itu dipetik Sita dan disuntingkan di rambutnya.
2. Untuk menafkahi kedua anaknya, ia menjual sayuran di pasar.
3. Penjual menawarkan barang kepada pembeli.
4. Bajunya basah kuyup terkena keringat.
b. Makna konotatif
Makna konotatif ialah makna kiasan atau diartikan makna yang
cenderung lain dengan benda nyata (makna kontekstual) disebut juga
makna tambahan.
Contoh :
1. Ayahnya mendapat kursi sebagai anggota dewan.kursi artinya jabatan.
2. Hatiku berbunga-bunga setelah anakku mendapat juara pertama.
berbunga-bunga artinya gembira
3. Sekarang ia bekerja di tempat yang basah.
basah artinya selalu menghasilkan uang.
Dalam pengertian lain makna konotasi berkaitan dengan cakupan
makna halus dan cakupan makna kasar.
Contoh cakupan makna halus:
1. Neneknya sudah meninggal dua hari yang lalu.
2. Istri Pak Dadang seorang perawat di rumah sakit pusat.
3. Ibunya Rosita sedang hamil lima bulan.
4. Mari kita doakan para pahlawan yang telah gugur agar arwahnya diterima oleh Allah.
Contoh cakupan makna kasar:
1. Pamannya sudah mampus seminggu yang lalu.
2. Kakakku sedang bunting, dia harus berhati-hati.
3. Bininya seorang dokter.
4. Pahlawan telah mati di medan laga.
c. Makna idiomatik (ungkapan)
Secara umum ungkapan berarti gabungan kata yang memberi arti
khusus atau kata-kata yang dipakai dengan arti lain dari arti yang
sebenarnya.
Contoh:
− ringan tangan = rajin bekerja, suka memukul
− gerak langkah = perbuatan
− dipeti-eskan = dibekukan atau tidak digunakan
− tertangkap basah = terlihat saat melakukan
− gali lubang tutup lubang = pinjam sini, pinjam sana
− banting stir = mengubah haluan
− jantung hati = kekasih
d. Perubahan Makana kata
Kosakata bahasa Indonesia telah mengalami perkembangan yang sangat pesat.Perkembangan itu terjadi dari pergeseran atau perubahan makna kata.
Berikut ini akan dijelaskan beberapa perubahan makna kata.
1. Meluas atau generalisasi ialah perubahan makna yang terjadi sehingga menyebabkan cakupan
makna sekarang lebih luas daripada makna kata yang dulu.
Contoh: Bapak,Saudara
2. Menyempit atau spesialisasi ialah perubahan makna yang terjadi sehingga cakupan makna
sekarang lebih sempit daripada makna terdahulu.
Contoh: sarjana,sastra
3. Membaik/Ameliorasi ialah perubahan makna yang terjadi pada suatu kata makna sekarang
lebih baik daripada makna semula
Contoh: Wanita sekarang lebi terhormat daripada perempun.
4. Memburuk/peyorasi ialah makna yang kurang baik daripada dibandingkan makna semula.
Contoh: bini,bunting,gerombolan
5. Sinestesia ialah perubahan makna karena pertukaran tanggapan du indera yang berbeda.
Contoh: lembut,pedas
6. Asosiasi ialah perubahan makna kata karena persamaan sifat.
Contoh: amplop,kursi,lampu kuning
2. Makna Kata Berdasarkan Hubungan Antarmakna
Makna kata berdasarkan hubungan antarmakna terdiri atas sinonim,antonym, dan hiponim.
a. Sinonim
Sinonim ialah pasangan kata atau kelompok kata yang mempunyai arti mirip atau hampir sama.
Contoh sinonim dengan kata yang sama maknanya :
− Bung Hatta telah wafat. (telah = sudah)
− Kita merdeka karena jasa Bung Hatta. (karena = sebab)
− Bung Hatta sangat berjasa. (sangat = amat)
b.Antonim
Antonim adalah kata-kata yang berlawanan maknanya/berlawanan artinya.
Contoh:
a) Sejak sakit batuk, ia pantang minum es.
Ia harus meminum obat itu sesuai yang dianjurkan oleh dokter.
b) Aksi penebangan pohon merupakan perusakan hutan.
Pemerintah menghimbau agar warga melestarikan hutan.
c) Kadang-kadang ia berlatih seminggu sekali.
Nasihat orang tuanya seringkali tidak didengarnya.
d) Perkembangan anak itu sangat lambat.
Dengan tangkasnya, ia menendang bola ke mulut gawang.

c. Hiponim
Hiponim ialah kata yang memiliki hubungan hierarkis denganbeberapa kata yang lain. Hubungan hierarki ini terdiri atas satu kata yangmerupakan induk (hipernim), yang memiliki semua komponen makna kata lainnya yang menjadi unsur bawahannya (hiponim). Proses hiponim dan hipernim menimbulkan istilah kata umum dan kata khusus.
CONTOH:
1. Pukul 07.00 WIB bel berdering cukup keras.
Berdering (kata khusus), biasanya digunakan untuk bunyi bel. Kata umumnya ialah bunyi. Kata bunyi bisa digunakan untuk semua suara benda/sesuatu.
2. Untuk menyambut tahun baru, Ibu merangkai melati dan mawar. Kata melati dan mawar merupakan kata khusus. Kata umumnya ialah bunga.

D. Pemakaian Kata , Frasa, dan Kalimat yang Kurang Tepat.

Dalam kegiatan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan,adakalanya pemakai bahasa tidak cermat memilih kata yang dituangkannya di dalam kalimat. Akibatnya, kalimat yang diungkapkan tidak tepat atau tidak sesuai dengan kaidah yang benar. Kesalahan itu dapat terjadi pada penggunaan bentuk kata (proses morfologi), pemakaian kelompok kata pemilihan ungkap, atau keefektifan kalimat.
Dalam bentuk lisan, kesalahan itu terjadi disebabkan oleh hal-hal berikut.
1. Kesalahan penggunaan imbuhan (bentuk kata).
Contoh :
a. Pintu masuk SMK 3 akan diperlebarkan. (salah)
Pintu masuk SMK 3 akan dilebarkan atau Pintu masuk SMK 3 akan diperlebar(benar)
b. Jangan dibiasakan mengenyampingkan masalah itu. (salah)
Jangan dibiasakan mengesampingkan masalah itu. (benar)
c. Rudi sedang mencat pagar rumahnya. (salah)
Rudi sedang mengecat pagar rumahnya. (benar)
2. Ketidaktepatan pemakaian frasa (kelompok kata).
Contoh :
a. Untuk sementara waktu siswa tidak bias praktik krena ruangan sedang direnovasi (salah)
Untuk sementara siswa tidak bisa praktik karena ruangan sedangdirenovasi ( benar )
b. Bus Parahiyangan sudah dinyatakan laik darat. (salah)
Bus Parahiyangan sudah dinyatakan laik jalan. (benar)
3. Kesalahan kalimat
a. Di dalam darah orang itu mengandung virus HIV. (salah)
Darah orang itu mengandung virus HIV. (benar)
b. Untuk peningkatan mutu pendidikan dari sekolah swasta dimana memerlukan ketekunan
dan keuletan para pamong ( salah )
Untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah swasta diperlukan ketekunan dan
dan keuletan para pamongnya (benar)

Kesalahan juga banyak terjadi akibat penggunaan bentukan kata atau frasa yang baru yang tidak lazim atau tidak benar secara kaidah bahasa.
Ketidaktepatan bentukan kata atau frasa juga dapat disebabkan kesalahan secara/analogi.
Perhatikanlah contoh di bawah ini.
a. pertanggungan jawab dalam kalimat “Laporan pertanggungan jawabgubernur telah diterima sebagian besar anggota dewan.” (tidak tepatsecara kaidah/tidak lazim) seharusnya pertanggungjawaban.
b. goreng pisang dalam kalimat “Ia membeli goreng pisang untuk adiknya.”(tidak tepat secara kaidah/tidak lazim ) seharusnya pisang goreng.
c. pengangguran dalam kalimat “Ia menjadi pengangguran setelah perusahaannya bangkrut.” (salah secara analogi) seharusnya penganggur
dari kata menganggur (verba)-penganggur (nomina)-pengangguran(nomina proses)
d. ruang rokok untuk ruang khusus merokok (tidak lazim) meskipun dianalogikan kepada ruang tunggu untuk ruang khusus menunggu.
e. Bentuk kata pemelajaran, tidak tepat secara analogi, sebab kata tersebutberasal dari kata belajar yang diberi imbuhan pe-an, seperti kata berhentimenjadi pemberhentian.
f. Kata penglepasan, pada kalimat “ Penglepasan siswa kelas XII dimeriahkandengan kegiatan pentas seni dari siswa-siswi.” Tidak tepat secaraanalogi, sebab kata dasarnya lepas, jika diberi imbuhan pe-an, menjadi pelepasan.
Untuk membuat kalimat yang cermat, kita harus memahami ciri kalimat efektif. Kalimat yang baik atau efektif mempunyai ciri-ciri seperti berikut.
a. Kepadanan
− Memiliki S dan P dengan jelas.
(di depan S tidak boleh ada kata depan dan di depan P tidak boleh ada kata penghubung yang)
Contoh:
(1) Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah ( benar)
(2) Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah ( salah )
− Tidak terdapat S ganda.
Contoh:
(1) Dia pulang setelah dia membeli berbagai kebutuhan. (salah)
(2) Dia pulang setelah membeli berbagai kebutuhan. (benar)
− Kata penghubung intra kalimat tidak dipakai dalam kalimat tunggal.
Contoh:
(1) Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama(salah)
(2) Kami datang agak terlambat sehingga kami tidak dapatmengikuti acara pertama (benar)
b. Keparalelan
Persamaan bentuk kata digunakan dalam kalimat yang mengandung rincian.
Contoh:
(1) Harga minyak dibekukan dan dinaikkan secara bertahap (benar)
(2) Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara bertahap.
c. Kehematan
Kehematan menggunakan kata atau frasa
− Menghindarkan penjamakan bentuk jamak
Contoh:
(1) Para tamu-tamu mencicipi hidangan yang disediakan. (salah)
(2) Para tamu mencicipi hidangan yang disediakan. (benar)
− Penggunaan kata-kata yang berlebihan.
Contoh:
(1) Ia memakai baju warna merah. (salah)
(2) Ia memakai baju merah. (benar)
d. Kepaduan (tegas dan lugas)
− Hindarkan kalimat bertele-tele.
Contoh:
(1) Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita, orang-orang kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan itu dan yang secara tidak sadar bertindak ke luar
dari kepribadian manusia Indonesia dari sudut kemanusiaan yang dil dan beradab (salah)
(2) Kita harus dapat mengembalikan kepribadian kita yang sudah ke luar dari rasa kemanusiaan dan dari kepribadian manusia Indonesia yang adil dan beradab.
e. Kecermatan
Kecermatan pemakaian kata, penulisan kata, penggunaan tanda baca.
Contoh : Dua puluh lima ribuan.
Bisa diartikan dua puluh lima lembar uang ribuan (Rp 25.000,-)
Atau
Dua puluh lembar uang, lima ribuan.
TUGAS MANDIRI
Agar Anda lebih memahami materi pelajaran ini, kerjakanlah tugas berikut.
1. Bacalah bacaan atau artikel di awal bab ini.
2. Daftarkanlah kata yang terdapat dalam bacaan berdasarkan kelas katanya.
3. Carilah kata yang bermakna denotatif, konotatif, dan berbentuk ungkapan.
4. Daftarkanlah kata yang bersinonim.
5. Tulislah antonim dari kata bersinonim pada no. 4.
6. Tulislah kalimat yang menurut Anda kurang tepat pemakaian kata atau frasanya.
Lalu ,perbaikilah kalimat tersebut.

II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Carilah kata-kata yang bersinonim dalam wacana di atas!
2. Carilah kata-kata berantonim dalam wacana tersebut!
3. Adakah pemakaian kata, kelompok kata, atau idiom yang kurang tepat,Jika ada perbaikilah
Sehingga menjadi tepat!
4. Adakah penggunaan kata berkonotasi dan berdenotasi dalam wacana tersebut?
Kelompokkanlah mana kalimat yang bermakna denotasi dan yang bermakna konotasi.!
5. Sebutkan jenis-jenis ungkapan!
6. Buatlah masing-masing dua kalimat yang menggunakan kata umum dan kata khusu!
7. Carilah 5 contoh pembentukan kata yang dipengaruhi oleh imbuhan asing!
8. Jelaskan penyebab terjadinya kesalahan penggunaan kalimat dalam bentuk lisn dan tulisan!
9. Jelaskan klasifikasi kata berdasarkan kelas kata!
10. Perbaikilah kalimat berikut agar menjadi kalimat yang benar!
− Banyak murid-murid pergi berdarma wisata ke Bali.
− Pacar saya paling tercantik sendiri di kota ini.
− Yang naik sepeda jalannya pelan-pelan dikarenakan banyak anak-anak.
− Peristiwa itu terjadi disebabkan karena kekurangwaspadaan kita.


Selamat Mengerjakan!
Terlampir :
Wacana

Kebiasaan Lama Kurangi Sampah Plastik
Kebiasaan lama tak selalu jelek. Bahkan ada yang ramah lingkungan.Sewaktu kecil, sampai awal tahun 1980-an, kita masih terbiasa melihat nenek atau ibu-ibu tetangga ke pasar tradisional membawa tas sendiri yang terbuat dari anyaman pandan atau tas kain. Sejalan merebaknya pasar swalayan yang menyediakan tas belanja plastik sebagai layanan bagi pelanggan sekaligus promosi, kebiasaan itu menghilang. Ritual belanja memang jadi lebih praktis, namun menimbulkan masalah lain: gunungan sampah!
Padahal, tahukah Anda, plastik itu terbuat dari minyak bumi yang
jumlahnya makin hari makin terbatas? Jadi “Bring your own bag.” Ini kampanye dari toko pernik interior IKEA di Singapura. Sejak Hari Bumi 22 April 2007, mereka tak lagi menyediakan tas belanja plastik. Para pelanggan diberi pilihan membawa tas belanja sendiri, beli tas belanja dari belacu dengan rancangan cantik seharga Sin $ 1,2 (setara Rp 12.000), atau membeli tas plastik seharga 5 atau 10 sen dolar Singapura, bergantung pada ukurannya. Jadi, kampanye pengurangan penggunaan plastik bukan hanya untuk mengurangi gunungan sampah, tapi juga menghemat BBM.
Di pertigaan Rawa Belong, Jakarta Barat, tiap sore hingga malam bias kita temui warung
tenda “Bubur Ayam Lumayan Bang Tatang.” Bubur nasi kental dengan tumpukan suwiran ayam ini laris manis. Tak kalah laris, cara Bang Tatang menyiapkan bubur bagi pelanggannya yang antre sampai keluar tenda. One man show, ia menjejerkan 20 mangkuk kosong sekaligus, dengan gerakan cepat, dalam tempo 5 menit, semuanya sudah terhidang di hadapan pelanggan.
“Bawa tempat sendiri, saya tak menyediakan plastik, repot dan lama melayaninya!”
katanya dengan nada ketus tiap kali pelanggannya pesan untuk dibawa pulang. Sombong! Begitulah komentar pembeli yang baru pertama kali berkunjung. Tapi bila dipikir-pikir, “kesombongan” Bang Tatang adalah perilaku baik yang ramah lingkungan.
Dulu, bila ingin membeli bakso, soto, atau es kelapa muda di pojok jalan, banyak di antara kita yang membawa mangkuk sendiri. Sekarang, pemandangan semacam itu nyaris tak pernah ada. Yang umum justru banyak yang memanfaatkan kantong plastik. Idealnya, kita harus membawa rantang susun sendiri bila membeli makanan untuk dibawa pulang dari restoran. Tindakan ini untuk mengurangi sampah styrofoam dan plastik. Bukankah sekarang, wadah makanan banyak yang dirancang cantik? Dijamin tak bakal bikin malu.
Kampanye penggunaan tas bukan plastik sendiri sebenarnya sudah cukup lama ada di Indonesia. Pusat perkulakan Makro, misalnya, saat mulai beroperasi di Indonesia tak menyediakan tas belanja. Pelanggan dipersilakan mengangkut belanjaan dalam kemasan karton aslinya, sedangkan perusahaan tata rias The Body Shop sempat mengadakan kampanye Reuse Reduce Recycle dengan memberikan potongan harga bagi pelanggannya, yang mengisi ulang produk dengan membawa wadah lama. Namun, kurangnya peminat membuat The Body Shop mengubah strategi. Tak lagi menerima wadah lama, tapi mengganti bahan wadah dengan materi yang lebih cepat terurai di alam.
Untuk mengurangi gunung sampah plastik dan menghemat BBM, kembalilah pada kebiasaan lama, membawa wadah sendiri untuk jajanan dan belanjaan kita.
(Sumber :Intisari,,Juli 2007)

modul 2.3

MODUL 2.3

Standar Kompetensi : Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Madia
Kompetensi Dasar :2.3 Memahmai perintah kerja tertulis
Sumber : BSE
Waktu : 4jam
Indikator
- Mengenali informasi yang berkaitan dengan budaya kerja yang berlaku di tempat kerja.
- Merencanakan tindak lanjut perintah berdasarkan catatan yang dibuat pada waktu membaca informasi
dari perintah kerja tertulis.
- Membuat bagan/prosedur kerja berdasarkan perintah kerja tertulis.
- Mengonfirmasikan rencana kegiatan yang akan dilakukan (secara lisan/tulisan) kepada pemberi peintah.

A. Mengenal Bentuk Perintah Kerja Tertulis
Banyak bentuk aturan atau petunjuk yang dapat ditemukan dalam kehidupan kita. Baik di lingkungan rumah tangga, sekolah, masyarakat,di tempat pekerjaan, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Bentuk perintah dapat disampaikan secara lisan ataupun tertulis. Perintahlisan biasanya menuntut respon/tindakan langsung sehingga munculvariasi kalimat perintah, sedangkan bentuk perintah tertulis umumnyabersifat tidak langsung.
Karena pekerjaan berkaitan denganadministrasi dan dokumentasi, bentuk petunjuk dan pedoman lebih banyakdiwujudkan secara tertulis dalam bentuk surat.
Berdasarkan jenisnya, bentuk perintah tertulis dapat dibedakan menjadi:

(1) himbauan/larangan, misalnya himbauan menjadi akseptor RB, larangan membuang sampah
(2) petunjuk, misalnya petunjuk penggunaan suatu barang;
(3) Peraturan, misalnya peraturan berlalu lintas, peraturan waktu berkunjung:
(4) pedoman, misalnya pedoman penulisan karya ilmiah;
(5) undang-undang, misalnya undang-undang tentang penyalahgunaan narkoba ,undang-undang
pendidikan.

B. Model-Model Surat Berisi Perintah Kerja
Surat adalah suatu alat atau sarana komunikasi tertulis. Surat dipandangsebagai alat komunikasi tertulis yang paling efisien, efektif, ekonomis, danpraktis. Selain itu, surat juga berfungsi sebagai alat bukti tertulis, alat buktihistoris, alat pengingat, duta organisasi, dan pedoman kerja.

1. Surat Perintah
Surat perintah adalah surat yang berisi perintah dari pimpinan kepada bawahan yang berisi petunjuk yang harus dilakukannya. Surat perintah berlaku sementara dan berakhir setelah tugas yang diperintahkannya selesai dilaksanakan serta melaporkan hasil pekerjaan tersebut kepada pimpinan.
Surat perintah terdiri atas:
(1) kepala surat
(2) pembukaan
(3) isi surat perintah
d. kaki surat/bagian akhir surat.


2. Surat Edaran
Surat edaran adalah surat pemberitahuan tertulis yang ditujukan kepadapejabat/pegawai. Surat edaran ini berisi penjelasan mengenai sesuatu hal,misalnya kebijakan pimpinan, petunjukmengenai tata cara pelaksanaan,atau peraturan perundang-undangan.
Ada dua macam bentuk dan sifat surat edaran, yaitu surat edaran
umum dan surat edaran khusus. Surat edaran umum ditujukan kepadaorang banyak atau umum. Surat edaran khusus ditujukan kepada orangataupejabat tertentu dan seperti surat dinas biasa.
Surat edaran terdiri atas unsur-unsur berikut.
(1) Kepala surat edaran bertuliskan nama perusahaan dan identitasnya.
(2) No, hal, lampiran, tanggal surat, dan alamat tujuan surat.
(3) Perkataan ”Edaran” biasanya ditulis di tengah
(4) Isi surat edaran: Salam pembuka, isi surat, dan penutup surat
(5) Kaki surat: salam penutup serta nama penanggung jawab surat edaran.





3. Surat Pengumuman
Pengumuman berasal dari kata ”umum”, mendapat konfiks pe-an danbunyi sengau ng. Kata dasar umum mempunyai arti seluruh atau orangbanyak. Mengumumkan berarti memberitahukan atau memaklumkan.Pengumuman berarti pemberitahuan kepada orang banyaktentangsesuatumasalah, agar diketahui dan dilaksanakan oleh orang banyakyang berkepentingan. Berdasarkan sifat dan asalnya, pengumuman dapatdibedakan menjadi tiga, yaitu seperti berikut.
(1) Pengumuman lisan, yaitu disampaikan secara oral komunikasi,
penyampaiannya dapat melalui pesawat telepon atau pengeras suara
(sound system).
(2) Pengumuman tertulis, yaitu pengumuman dalam bentuk tulisan, yang
disampaikan melalui telegram, surat kawat, telex, surat kabar, majalah,
papan pengumuman, dan lain-lai

(3) Pengumuman dari instansi dan surat pengumuman bukan dari instansi.

Surat pengumuman merupakan surat yang berisi pemberitahuantentang masalah yang perlu diketahui oleh siapa saja yang berkepentingansesuai dengan pengumuman tersebut.
Surat Pengumuman dapat disebarkan dengan beberapa cara, diantaranya:

(1) menyebarkannya sebagai surat edaran,
(2) memasangnya di papan-papan pengumuman, dan
(3) memasangnya di koran-koran sebagai iklan.

4. Memo atau Memorandum
Memorandum biasa digunakan untuk surat-menyurat secara intern dalam lingkungan kantor.
Memo dibuat oleh atasan kepada bawahan atauantara pejabat yang setaraf. Isi memo singkat, sederhana, dan mudah agarcepat dipahami. Memo umumnya berisi peringatan,arahan,penerangan,perintah, pertanyaan, dan lain sebagainya.
Penulisan memo dapat ditik atau ditulis tangan. Isi memo umumnya tidak lebih dari 10 baris.
Bagian-bagian memorandum meliputi sebagai berikut:

a. Ciri Bentuk
Terdiri atas dua bagian, yaitu kepala memo dan isi memo. Kepala memo berisi:
(1) pihak yang dituju
(2) pengirim memo
(3) perihal memo
(4) tanggal pengirim memo
(5) paraf dan nama pengirim
b. Ciri Isi
Isi memo disampaikan dengan bahasa singkat. Penulisan memo haruslangsung menyampaikan pesan atau perintah dengan kalimat pendekdan tegas. Karena peredarannya yang terbatas, memo biasanya tidak mencantumkan identitas kantor.
Bacalah contoh memo berikut ini dan perhatikan ciri-cirinya:







Contoh 1

I. Bila Anda telah mencermati contoh memo di atas, jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Ditujukan kepada siapa memo di atas?
2. Siapa pengirim memo tersebut?
3. Apa isi perintah kerja tertulis pada memo di atas?
4. Apakah pesan yang disampaikan memo itu singkat dan jelas?
5. Berdasarkan pengamatanmu unsur-unsur apakah yang menjadi cirri khas memo?
6. Sebutkan kekurangan dari memo di atas! Jelaskan!
7. Apa yang dimaksud dengan disposisi?
8. Sebutkan macam-macam pengumuman!
9. Apa perbedaan surat edaran dan surat perintah?
10. Buatlah perintah kerja berbentuk manual!

II. Buatlah surat edaran,pengumuman dan surat memorandum!

modul 2.2

Modul 2.2

Standar Kompetensi :Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Madia
Kompetensi Dasar : 2.1 Menyimak untuk memahami perintah yang diungkapkan
atau yang tidak dalam konteks bekerja.
Waktu : 4 Jam
Sumber :BSE
Indikator
- Merumuskan kembali isi perintah (secara lisan maupun tulisan)
- Menuliskan kembali isi perintah dalam bentuk kerangka atau bagan.
- Menyebutkan kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan isi perintah secara lisan / tertulis
- Mengonfirmasikan kebenaran rencana kegiatan yang telah direncanakan dengan rencana pemberi
perintah.

Pada bab ini, kita akan mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan perintah kerja dari penjelasan mengenai pengertian serta ciri kalimat perintah, jenisjenis kalimat perintah, dan berbagai respons terhadap perintah.

A. Pengertian dan Ciri Kalimat Perintah
Kalimat perintah adalah kalimat yang berisi perintah kepada orang lainuntuk melakukan sesuatu atau kalimat yang dipakai untuk mendapatkantanggapan sesuai dengan kehendak penuturnya.
Ciri-ciri kalimat perintah adalah seperti berikut.
1. Menggunakan partikel –lah.
Contoh:
1. Pergilah dari sini!
2. Cepatlah kamu mandi!
3. Bantulah adikmu!
2. Berpola kalimat inversi (PS).
Contoh :
1. Ambilkan buku itu!
2. Santaplah makanan itu!
3. Menggunakan tanda seru (!) bila digunakan dalam bahasa tulis.

3. Menggunakan tanda seru (!) bila digunakan dalam bahasa tulis.
Contoh:
1. Pergilah dari sini!
2. Ayo masuk!
3. Pulanglah!
4. Kalimat perintah jika dilisankan berintonasi menaik di awal dan
berintonasi rendah di akhir.
Contoh:
1. Bawa barang-barang itu kemari!
2. Selesaikan tugasmu!




B. Jenis-Jenis Kalimat Perintah
1. Kalimat Perintah Biasa
Contoh
1. Masukkan barang-barang ini ke dalam bagasi mobil!
2. Antarkan surat ini kepada Pak RT sekarang juga!
2. Kalimat Perintah Ajakan
Contoh:
1. Marilah kita gunakan tekstil buatan dalam negeri demi menyukseskan program pemerintah.
2. Ayolah bersenam pagi setiap hari agar badan kita menjadi sehat.
3. Kalimat Perintah Larangan
Contoh:
1. Jangan membuang sampah di sini. 2. Kalimat Perintah Ajakan
Contoh:
1. Marilah kita gunakan tekstil buatan dalam negeri demi menyukseskan
program pemerintah.
2. Ayolah bersenam pagi setiap hari agar badan kita menjadi sehat.
3. Kalimat Perintah Larangan
Contoh:
1. Jangan membuang sampah di sini.
2. Jangan dekati tempat itu.
4. Kalimat Perintah Permintaan/Larangan
Contoh:
1. Saya berharap Anda hadir di acara itu.
2. Saya minta kerjakan tugasmu tepat waktu.
5. Kalimat Perintah Permohonan
Contoh:
1. Saya mohon kamu bisa datang di acara pesta ulang tahunku.
2. Kami mohon kepada-Mu, ya Tuhan, tunjukkanlah jalan yang lurus yang Engkau ridhoi.
6. Kalimat Perintah Pembiaran
Contoh:
1. Biarlah aku yang membawa barang itu.
2. Biarkan dia pergi sendiri.
7. Kalimat Perintah Sindiran
Contoh:
1. Maju kalau kamu berani
2. Ambil saja kado yang kauberikan kalau kau tidak malu
terhadapnya.
8. Kalimat Perintah yang Menuntut Proses atau Langkah Kerja
Contoh:
1. Urutlah dari nomor kecil hingga nomor yang besar.
2. Susunlah sehingga membentuk lingkaran penuh.
9. Kalimat Perintah yang halus.Berbentuk Kalimat Berita Kalimat perintah beragam jenisnya mulai dari yang kasar sampai yang halus.
Bahkan karena halusnya sering orang tidak menyadari bahwa hal tersebut berupa perintah.
tersebut berupa perintah.
Kalimat perintah dapat diperhalus dengan menggunakan unsur-unsur berikut.

1. Menggunakan kata-kata seperti mohon, tolong, sudilah, harap, silakan,
hendaknya, sebaiknya.
Contoh:
1. Mohon kembalikan buku itu di meja saya.
2. Silakan masuk.
3. Tolong buatkan kopi untuk Ayah.
4. Hendaknya kamu pulang sekarang.
5. Harap datang tepat waktu
6. Sebaiknya cepat bawa adikmu ke rumah sakit.
7. Sudilah Anda membantu saya menyelesaikan tugas ini.
Contoh:
1. Hendaknya Anda bersedia menjadi pengurus kegiatan itu.
2. Terima kasih Anda tidak menolak untuk menjadi pembawa acara pada malam reuni nanti.

2. Menggunakan partikel –lah.
Contoh:
1. Berangkatlah lebih halus daripada berangkat.
3. Pengubahan ke struktur tanya.
Contoh:
− Apakah tidak ada petugas piket yang menghapus papan tulis?
4. Pengubahan ke struktur berita.
Contoh:
− Panitia sangat gembira jika Bapak/Ibu berkenan hadir pada acara perpisahan.

C. Berbagai Respons terhadap Perintah
Langkah yang perlu kita tempuh dalam menanggapi perintah adalah
sebagai berikut.
(1) Membaca kembali isi perintah secara hati-hati, teliti, dan saksama.
(2) Merumuskan/menuliskan kembali isi perintah.
(3) Isi perintah ditulis dalam bentuk kerangka/bagan sehingga mudah dipahami.
(4) Membuat perencanaan dalam bentuk kerangka/tabel/bagan segala kegitan yang akan
dilakukan dalam rangka memenuhi perintah
(5.) Meminta konfirmasi kepada pemberi perintah akan ketepatan rencana kegiatan yang telah
disusun.

Contoh:
1. Pengurus OSIS mencatat isi instruksi/perintah Pembina OSIS sebagai berikut.
a. Membuat kepanitiaan kegiatan bazar-amal.
b. Membuat proposal kegiatan.
c. Membuat jadwal kegiatan.
d. Membuat bagan atau struktur kerja.
e. Menghubungi pihak yang terkait dengan kegiatan.
f. Menggalang dana dengan menghubungi sponsor untuk meminta dukungan.
g. Sosialisasi kegiatan kepada siswa dan komite sekolah.
h. Klarifikasi dan konfirmasi.

2. Ketua OSIS beserta panitia kegiatan mengonfirmasikan informasi perintah kepada Pembina OSIS dengan mengajukan beberapa pertanyaan berkaitan dengan persiapan
dan perencanaan yang sudah dan akan dilakukan agar langkah kerja tidak menyimpang.
Pertanyaan untuk konfirmasi dapat seperti berikut.
(1) Apakah yang sudah dilakukan sesuai dengan perintah?
(2) Apakah semua rencana sesuai dengan harapan?
(3) Siapa saja yang akan diundang?
(4) Berapa banyak sponsor yang akan dilibatkan?
(5) Biaya yang disiapkan sudah cukup atau kurang?
(6) Acara sesuai dengan tema?
(7) Dan sebagainya:
I. TUGAS KELOMPOK
Bentuklah kelompok terdiri atas 4-5 orang. Anggap saja setiap
kelompok diperintahkan oleh pembina OSIS/kepala sekolah untuk
melaksanakan kegiatan (penentuan jenis kegiatan diserahkan pada
kelompok). Lalu, setiap kelompok melakukan langkah-langkah berikut.
1. Rumuskanlah hal-hal yang akan dilakukan oleh tim kerja!
2. Susunlah agenda atau jadwal kerja panitia!
3. Buatlah struktur kerja berbentuk bagan!
4. Susunlah daftar pertanyaan untuk konfirmasi!
5. Presentasikanlah di depan kelas semua langkah kerja tersebut!
Kelompok lain mengomentari.
( Ilustrasi bisa dikembangkan di luar sekolah, misalnya di lingkungan kantor/RT/RW)
II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Jelaskan pengertian kalimat perintah!
2. Sebutkan ciri-ciri kalimat perintah!
3. Buatlah dua contoh kalimat berita dan ubahlah menjadi kalimat perintah!
4. Buatlah contoh kalimat perintah sindiran!
5. Sebutkan langkah-langkah yang ditempuh dalam menanggapi perintah agar respons yang
dilakukan tidak menyimpang dari isi perintah!
6. Buatlah contoh kalimat perintah pembiaran!
7. Buatlah contoh kalimat perintah himbauan!
8. Buatlah contoh kalimat perintah berpola inverse!
9. Buatlah contoh kalimat perintah larangan!
10. Buatlah kalimat perintah dengan nada bersahabat!

Selamat berlatih!

modul 2.1

Modul 2.1

Standar Kompetensi :Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Madia
Kompetensi Dasar : 2.1 Menyimak untuk menympulkan informasi yang tidak bersifat
perintah dalam konteks bekerja.
Waktu : 6 Jam
Sumber :BSE
Indikator :
- Mengubah informasi dari bentuk lisan ke dalam bentuk nonverbal (bagan,tabel,diagram,grafik,denah.
matriks)
- Menyampaikan pendapat/opini dengan menggunakan teknik penyampain simpulan dan pendapat yang
akurat secara deduktif atau induktif)
- Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benardalam menyimpulkan informasi

A. Kegiatan Menyimak dan Memahami Informasi Nonverbal
Menyimak merupakan salah satu kegiatan berbahasa yang dapat menambah atau memperluas wawasan.Proses menyimak menuntut motivasi dan perhatian dari pendengar.Tanpa keinginan dan perhatian, sulit mengharapkan hasil yang memuaskan.
Berdasarkan caranya, menyimak terdiri atas beberapa macam, yakni:
1. Menyimak Intensif
menyimak memahami secara terperinci, teliti, dan mendalami bahan yang disimak.
2. Menyimak Ekstensif
menyimak memahami secara sepintas dan umum dalam garis-garis besar
3. Menyimak untuk Belajar
melalui kegiatan menyimak, seseorang mempelajari berbagai hal yang dibutuhkan.
4. Menyimak untuk Menghibur
menyimak sesuatu untuk menghibur dirinya. Misalnya, menyimak
pembacaan cerita-cerita lucu, pertunjukan sandiwara, film, dan sebagainya.
5. Menyimak untuk Menilai
menyimak mendengarkan, memahami isi simakan, menelaah, mengkaji,menguji dan
membandingkan dengan pengalaman serta pengetahuan menyimak.
6. Menyimak Diskriminatif
menyimak untuk membedakan bunyi suara. Dalam belajar bahasa
Inggris, misalnya siswa harus dapat membedakan bunyi (i) dan (i:).
7. Menyimak Pemecahan Masalah
menyimak mengikuti uraian pemecahan masalah secara kreatif dan analisis yang disampaikan
pembicara .
Untuk dapat mengungkapkan kembali informasi simakan yang diterima dengan baik dan memadai ,kita dapat mlakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Perhatikan judul wacana yang akan dilisankan.
2. Catatlah kata-kata kunci yang dianggap penting berupa frasa atau klausa.
3. Catatlah ide-ide pokok setiap paragraf
4. Catatlah fakta-fakta atau data berupa angka, persentase, atau perbandingan.
5. Uraikan kembali dalam bentuk ikhtisar berdasarkan data-data yangdicatat.
Berikut ini pengertian dan contoh bentuk informasi nonverbal.
1. Grafik
Grafik adalah gambaran pasang surutnya suatu keadaan atau data yang ada dengan garis atau gmbar.Grafik dibedakan menjadi tiga macam,yaitu grafik batang,grafik garis,dan grafik lingkaran.
a. Grafik batang adalah lukisan naik turunnya data berupa batang atau balok dan dipakai untuk
menekankan adanya perbedaan tingkatan atau nilai yang berupa aspek.
Contoh Grafik Batang :

Grafik Pekerjaan Orang Tua Siswa SMK Nurul Islam Tahun 2007

b. Grafik garis adalah lukisan naik turunnya data berupa garis yang dihubungkan dari titik-titik data secara berurutan.
dihubungkan dari titik-titik data secara berurutan.
Grafik ini dipakai untuk menggambarkan perkembangan atau perubahan waktu ke waktu.














Contoh grafik garis:
Grafik Pengunjung Perpustakaan Nurul Islam Tahun 2007


c. Grafik lingkaran adalah gambaran naik turunnya data berupa lingkaran untuk menggambarkan persentase dari nilai total atau seluruhnya.




2. D iagram
Diagram adalah (gambaran buram, sketsa) untuk memperlihatkan atau menerangkan sesuatu.
Bentuk-bentuk diagram antara lain adalah diagram arus ( bgan alur),diagram balok,diagram gambar,diagram garis,diagram lingkaran dan diagram gambar
3. Tabel
Tabel adalah daftar yang berisi ikhtisar dan sejumlah data informasi,biasanya berupa kata-kata dan bilangan tersusun secara bersistem urut ke bawah dalam lajur dan deret tertentu dengan garis
Pembatas sehingga dapat dengan mudah disimak.
4. Bagan
Bagan adalah gambaran secara analisis atau terurai tentang proses yang terjadi di alam,teknologi dan masyarakat manusia.Bagan digunakan untuk membantu memperjelas proses kerja.








Contoh: Bagan

5. Peta
Peta adalah gambar atau lukisan pada kertas yang menunjukkan letak tanah,laut,sungai,gunung-gunung dan sebagainya dari suatu daerah yang menyatakan sifat batas,sifat permukaan.
6. D enah
Denah adalah gambar yang menunjukkan letak kota, jalan, peta, atau gambar rancangan bangunan.
7. Matriks
Matriks adalah tabel yang disusun dalam lajur dan jajaran sehingga butur-butir uraian yang diisikan dapat di baca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan.

Latihan 1
1. Carilah grafik,diagram,tabel,bagan,peta,denah,dan matriks dalam surat kabar!
2. Kemudian informasikan dalam bentuk verbal!

B. Pengalihan Informasi Verbal menjadi Nonverbal
Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengalihkan atau mengubah informasi verbal ke informasi nonverbal ,adalah sebagai berikut:
1. Perhatikan dengan saksama isi informasi verbal yang ingin diubah.
2. Perhatikan data-data berupa lambang, satuan atau angka-angka serta perbandinganya untuk
menentukan bentuk visul yang efektif atau grafik,tabel dll.
3. Catatlah hal-hal pokok atau inti dari informasi yang disimak.
4. Buatlah bentuk nonverbal yang tepat untuk mengungkapkan informasi tersebut.
5. Gambar, bagan, atau grafik dibuat dengan baik, benar, tepat, danseimbang dengan isi.
6. Tentukan warna, lambang, atau bentuk untuk menggambarkan ataumembedakan data-datany

Latihan 2
1. Carilah bacaan dari surat kabar kemudian ubahlah menjadi bentuk nonverbal!
C.Menyampaikan Pendapat melalui Simpulan Secara Deduktif dan
Induktif.
Penyimpulan secara deduktif ialah cara mengambil simpulan dari pernyataan yang bersift umum diikuti oleh uraian atau pernyataan yang bersifat khusus.
Perhatikan contoh berikut:

1. Negara adalah institusi mapan, tetapi dinamis sehingga mampu mengantisipasi
segala perubahan yang terjadi. Negara mewadahi seluruh kepentingan masayarakat.
Ia menyediakan kerangka umum yang bersifat abstrak sehingga terbuka untuk ditafsirkan.
Sementara pemerintah adalah pranata kontenporer sebgai penyelenggara Negara lain dalam
waktu yang ditetapkan oleh konstitusi negara.
Penyimpulan secara induktif ialah cara mengambil simpulan dari pernyataan-pernyataan atau fakta-fakta yang bersifat khusus menuju ke suatu simpulan yng bersifat umum.
Perhatikan contoh berikut.
1. Penyair akan membuat sebuah puisi dengan cara menuangkan imajinasinya, barulah tercermin sebuah puisi. Pengarang novel akanmerangkai ceritanya dengan pengembangan imajinasi. Demikian jugaseniman akan menggoreskan lukisan di dasar kain dengan imajinasinya
ke arah yang sebenarnya. Memang benar imajinasi itu diperlukan yang mencipta suatu karya.
.
2. Plagiat ialah pengambilan atau penerjemahan sesuatu hasil begitu sajadengan tidak menyebutkan pengarang asli melainkan menurunkan nama sendiri sebagai pengarang. Plagiat tidak diperkenankan dalamdunia sastra. Banyak karya sastra yang beredar merupakan karya
plagiat. Dalam dunia karya sastra memang terdapat larangan keras untukpengarang plagiat.

II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Sebutkan langkah-langkah yang harus dilakukan agar dapat mengungkapkan kembali
Informasi yang disimak!
2. Jelaskan perbedaan informasi berbentuk verbal dan nonverbal!
3. Hak apa saja yang harus dilakukan agar menyimak mencapai hasil yang baik?
4. Apa yang kamu ketahui tentang grafik?
5. Sebutkan macam-macam grafik!
6. Apa yang kamu ketahui tentang denah? Jelaskan!
7. Jelaskan perbedaan grafik dan peta!
8. Apa yang dimaksud paragraf deduktif?
9. Berikan masing-masing contoh informasi verbal dan nonverbal!
10.Jelaskan hal-hal yang perlu dipertimbangkan untuk mengalihkan informasi verbal ke
nonverbal!



Selamat Mengerjakan!

modul 3.5

MODUL 3.5
Standar Kompetensi :Berkomunkasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Unggul
Kompetensi Dasar : Menulis laporan ilmiah sederhana
Waktu :4 jam
Sumber : BSE
Indikator
- Merumuskan judul sebagai topik bahasan
- Menyusun sistematika laporan
- Merencanakan rancangan isi laporan

A. Pengertian Laporan
Laporan ialah karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang yang berhubungan secara struktural atau kedinasan setelah melakukan tugas yang diberikan.
Tulisan atau karangan yang penyusunnya didasarkan pada ilmu pengetahuan.
Laporan dibuat sebagai bukti pertanggungjawaban bawahan/petugas atau tim/panitia kepada atasannya atas pelaksanaan tugas yang diberikan. Laporan harus memuat data yang tepat dan benar serta objektif dan sistematis sehingga dapat dijadikan ukuran untuk membuat pertimbangan dan keputusan. Berdasarkan sifat penyajiannya, laporan dibedakan menjadi laporan formal dan laporan informal.
Ciri-ciri karya ilmiah:
MOSAL ( menarik,objektif,sistematis,argumentif dan lugas)
B. Sistematika Laporan Ilmiah
Laporan ilmiah dapat berbentuk naskah atau buku karena berisi hal hal yang terperinci berkaitan dengan data-data yang akurat dan lengkap.
Laporan ilmiah atau laporan formal terdiri atas :
1. Bagian awal, terdiri atas :
a. Halaman judul: judul, maksud,/tujuan penulisan, identitas penulis,instansi asal, kota
penyusunan dan tahun.
b. Halaman pengesahan (jika perlu)
c. Halaman motto/semboyan (jika perlu)
d. Halaman persembahan (jika perlu)
e. Prakata;
f. Daftar isi;
g. Daftar tabel (jika ada)
h. Daftar grafik (jika ada)
i. Daftar gambar (jika ada)
j. Abstak : uraian singkat tentang isi laporan
2. Bagian Isi
a. Bab I Pendahuluan berisi tentang
(1) Latar belakang
(2) Rumusan masalah
(3) Tujuan
(4) Metode
(5) Sistematika Penyajian
b. Bab II : Pembahasan
e. Bab III : Penutup
3. Bagian Akhir
a. Daftar Pustaka
b. Daftar Lampiran
c. Indeks : daftar istilah
C. Langkah-Langkah Membuat Laporan
Agar dapat menyusun laporan yang baik dan efektif, perlu dipersiapkan dengan matang.
Hal-hal yang perlu dilakukan adalah seperti berikut.
1. Menetapkan tujuan laporan
Pembuat laporan harus tahu, untuk apa laporan dibuat dan siapa yang akan membaca laporan
tersebut
2. Menentukan Bahan Laporan
Bahan-bahan laporan yang dapat digunakan adalah:
(1) surat-surat keputusan
(2) notulen hasil rapat
(3) buku-buku pedoman
(4) hasil kegiatan
(5) hasil penelitian
(6) hasil diskusi
3. Menentukan cara penngumpulan data
Cara pengumpulan data yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.
(1) Membuat petunjuk pelaksanaan bagi peneliti yang menjelaskan sasaran dan penyesuaian
kegiatan.
(2) Melakukan wawancara
(3) Mengumpulkan dokumen pelaksanaan kegiatan
(4) Penyusunan daftar pengecekkan untuk melihat data yang ada dan yang tidak ada.
4. Mengevaluasi Data
Data yang telah dikumpulkan dievaluasi untuk dibuat suatu simpulan.
5. Membuat Kerangka Laporan
Kerangka laporan dibuat sesuai dengan sistematika laporan.
D. Teknik Pengutipan
Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang ahli,penulis, dan ucapan seorang terkenal. Dalam penulisan karya ilmiah,kutipan dipergunakan untuk memperjelas dan menegaskan isi uraian atau untuk membuktikan apa yang dituliskan.Menurut jenisnya, ada dua macam kutipan, yaitu kutipan langsung(lengkap) dan kutipan tidak langsung (isi). Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata,kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli. Kutipan tidak langsung adalah pinjaman dari seorang penulis atau tokoh terkenal yang berupa intisari atau ikhtisar dari pendapat tersebut. Dalam kutipan dicantumkan sumber informasi kutipan.Sumber informasi berisi nama,tahun,dan halaman.
Sumber dapat disajikan sebagai berikut:

1. Kutipan Langsung
Ada dua cara membuat kutipan langsung, yaitu kutipan langsung pendek dan kutipan langsung panjang.
a. Kutipan Langsung Pendek
Kutipan langsung pendek, panjangnya tidak lebih dari empat baris tulisan kutipan ini langsung diintegrasikan dengan teks,diapit dengan tanda kutip,.Jarak antara baris dengan baris kutipan dua spasi,dan disertai sumber informasi catatan pustaka nama singkat pengarang,tahun terbit dan nomor halaman yang ditulis dalam tanda kurung.
Contoh:
Amalia (1999:12) menyimpulkan “Ada hubungan yang erat antara kemampuan berbahasa

dan lingkungan sosial tempat tinggal pemakai bahasa”
b. Kutipan Langsung Panjang
Kutipan langsung panjang adalah kutipan yang lebih dari empat baris tulisan. Kutipan dipisahkan dari teks dengan jarak dua setengah spasi jarak baris dengan baris kutipan satu spasi, kutipan boleh atau tidak diapit tanda kutip. Kutipan disertai sumber informasi kutipan catatan pustaka yaitu nama singkat pengarang ,tahun terbit dan nomor halaman yang ditulis dalam tanda kurung.
Seluruh kutipan menjorok 5-7 ketukan.
Contoh:
Suria sumantri (1987:165) mengemukakan bahwa :
“Perbedaan utama antara manusia dan binatang, terletak pada kemampuan manusia untuk mengambil jalan melingkar dalam mencapai tujuannya. Seluruh pikiran binatangdipenuhi
oleh kebutuhan yang menyebabkan mereka secara langsung mencari objek yang diinginkannya atau membuang benda yang menghalanginya. Dengan demikian, sering kita melihat seekor monyet yang menjangkau secara sia-sia benda yang dia inginkan; sedangkan manusia yang paling primitive pun telah tahu mempergunakan bandringan, laso, ataumelempar dengan batu. Manusia sering disebut homo faber,makhluk yang membuat alat. Kemampuan membuat alat itu dimungkinkan oleh pengetahuan itu juga membutuhkan alat-alat. Kemampuan membuat alat itu dimungkinkan oleh pengetahuan. Berkembangnya pengetahuan itu juga membutuhkan alat-alat.”
2. Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang dikemukakandengan bahasa penulis sendiri. Kutipan tidak langsung ditulis tanpa tanda kutip, langsung diintegrasikan dengan teks, jarak spasi dalam kutipan dua spasi, disertai sumber informasi catatan pustaka.
Contoh:
Herawati (1999:31) menyimpulkan bahwa siswa jurusan ekstra memiliki kemampuan menulis karya ilmiah yang lebih baik daripada siswa jurusan sosial.
E. Teknik Penulisan Daftar Pustaka
Daftar pustaka atau bibliografi yang berisi buku, makalah, artikel, atau bahan lainnya mempunyai pertalian dengan sebuah tulisan atau sebagian dari tulisan yang sedang dibuat.
Unsur-unsur yang ditulis dalam daftar pustaka secara berturut-turut meliputi: nama penulis, tahun penerbitan, judul tulisan, kota tempatpenerbitan, dan nama penerbit. Penulisan daftar pustaka, secara umum adalah sebagai berikut.
1. Daftar Pustaka disusun secara alfabet (A,B,C,.....) berturut-turut dariatas ke bawah tanpa menggunakan angka arab, tanda hubung, dan semacamnya.
2. Cara penulisan sebuah sumber pustaka berturut-turut adalah sebagaiberikut:
a. Penulisan nama pengarang
Nama pengarang bagian belakang (nama akhir atau nama keluarga)ditulis lebih dahulu, diikuti tanda koma baru nama bagian depankemudian diikuti titik.
b. Menuliskan tahun terbit buku, diikuti tanda titik
c. Menuliskan judul buku, diberi garis bawah atau ditulis dengan huruf miring, diikuti tanda titik
d. Menuliskan tempat atau kota penerbitan, diikuti tanda titik dua.
e. Menuliskan nama penerbit dan diikuti tanda titik
3. Apabila digunakan dua sumber pustaka atau lebih yang sama penulisnya, sumber ditulis dari
buku yang lebih dulu terbit diikuti buku yang terbit kemudian.
4. Bila tidak ada nama penulis, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan alfabet.
5. Jarak antara baris dan baris untuk satu referensi adalah satu spasi tetapi jarak antara pokok
dengan pokok dua spasi.
6. Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus
dimasukkan ke dalam sebanyak empat ketukan mesin tik.
7. Apabila sebuah referensi ditulis oleh lebih dari dua orang penulis, hanya satu nama yang dicantumkan dalam daftar pustaka dengan susunan nama terbalik. Untuk nama penulis lainnya disingkat dkk atau dll.
Contoh:
Arifin,Bustanul dkk.1986.Sastra Indonesia.Bandung:Lubuk Agung.
Suparni.2004.Bahasa dan sastra Indonesia.Bndung:Aditya.
S.Erien Komarudin dan Atih Supriatih.2004.Panduan Kreatif Bahasa Indonesia.Bogor: Yudhistira.
Selain ketentuan di atas, ada ketentuan-ketentuan khusus sebagai berikut.
1. Surat kabar sebagai sumber acuannya.
Nama pengarang dimulai nama akhir,tahun terbit,judul artikel diberi tanda kutip,nama surat
kabar ,tanggal terbit,tempat surat kabar terbit.
Contoh:
Eko.2008.”Kejagung Tolak Auditor Lain”.Koran Jakarta.15 November 2008.Jakarta.
F. Teknik Penulisan Istilah (Indeks)
Dalam setiap karya ilmiah, terdapat banyak istilah yang digunakan.Istilah- istilah tersebut dipergunakan untuk memberi penguatan atau dukungan agar tulisan berbobot dan ilmiah.
Istilah-istilah yang dipergunakan dalam suatu tulisan biasanya dikumpulkan di bagian akhir. Bagian daftar istilah disebut indeks.
G. Format Penulisan Laporan Ukuran dan Jenis Kertas
Format penulisan sesuai dengan sistematika laporan formal di atas.
Adapun teknik penulisan meliputi hal-hal sebagai berikut
1. Margin
Perhatikan gambar berikut ini:



2. Spasi
Secara umum keseluruhan tulisan menggunakan spasi ganda.
3. Penomoran
Penomoran meliputi penomoran halaman, bab, subbab, dan rincian uraian.
a. Penomoran Halaman
Halaman-halaman pendahuluan diberi nomor dengan menggunakan angka romawi kecil. Halaman-halaman isi dan penunjang menggunakan angka arab. Letak penomoran halaman
ditempatkan di tengah dan dua spasi di atas margin bawah.
b. Penomoran Bab dan Subbab
Penomoran mempergunakan penanda urutan sebagai berikut.
(1) Tingkat pertama dengan tanda: I, II, III, IV, V, dan seterusnya.
(2) Tingkat kedua dengan tanda: 1.1, 1.2, 1.3, 1.4, 1.5, dan seterusnya.
(3) Tingkatan ketiga dengan tanda: 1.1.1, 1.1.2, 1.1.3, 1.1.3, 1.1.4,1.1.5,dan seterusnya.
(4) Tingkatan keempat dengan tanda: 1.1.1.1, 1.1.1.2, 1.1.1.3,1.1.1.4, dan seterusnya.
(5) Tingkatan kelima dengan tanda: 1.1.1.1.1, 1.1.1.1.2, 1.1.1.1.3,1.1.1.1.4, dan seterusnya.

4. Tabel atau Gambar
a. Tabel
Sebuah tabel terdiri atas nomor dan judul tabel.Nomor tabel ditulis dengan angka arab. Penomoran tabel menurut bab, misalnya nomor tabel 2.1, artinya tabel tersebut tabel pertama yang ada pada bab kedua. Judul harus ditulis dengan huruf kapital.
b. Gambar
Istilah gambar mencakup di dalamnya diagram bundar, batang,garis, histogram, dan sebagainya. Gambar harus diberi nomor dan judul. Pemberian nomor dan judul tidak berbeda dengan
pemberian nomor dan judul pada tabel. Nomor dan judul gambar diletakkan di bawah gambar.

5. Bahasa
Bahasa yang dipergunakan dalam laporan ilmiah harus mengandung kejelasan dan reproduktif. Untuk ejaan dan peristilahan berpedoman pada EYD dan Pedoman Pembentukan Istilah.
6. Jenis Kertas
Jenis kertas yang dipakai adalah jenis HVS, ukuran folio, atau kuarto bergantung aturan yang
telah ditetapkan
Contoh laporan ilmiah sederhana:
Laporan Penelitian
Magang sebagai Jembatan Mobilitas Sosial
dari Petani menjadi Perajin
I. Pendahuluan
Perajin sering dipandang memiliki status sosial yang lebih tinggi daripada petani. Hal ini disebabkan adanya anggapan bahwa seorang perajin biasanya bekerja di dalam rumah, terlindung dari terik sinar matahari sehingga suasananya tampak nyaman. Sebaliknya, petani harus bekerja di sawah, di bawah sengatan sinar matahari, dan kadangharus bergumul dengan kotoran-kotoran yang berbau tidak sedap.Oleh karena itu, tidak berlebihan jika sebagian masyarakat pedesaan masih menganggap bahwa pekerjaan perajin lebih berprestise daripada petani meskipun hanya menjadi perajin industri kecil dengan skala usaha yang masih terbatas.
Lapangan pekerjaan di sektor industri kecil yang makin terbuka
menyebabkan terjadinya mobilitas sosial dari petani menjadi perajin. Meskipun sebenarnya mereka belum memiliki keahlian yang memadai,terlebih lagi tingkat pendidikan mereka sebagian besar (73%) masih berpendidikan SD ke bawah. Oleh karena itu, tidak mengherankan
bahwa produktivitas kerja dan hasil yang mereka peroleh masih rendah. Berkaitan dengan hal di atas, perlu diadakan penelitian yang saksama mengenai mobilitas sosial dan petani menjadi perajin. Dalam laporan ini, objek penelitiannya adalah masyarakat pedesaan di sekitas
Surakarta, Jawa Tengah.
II. Tujuan Penelitian
1. Menelaah penyebab terjadinya mobilitas sosial dari petani menjadi perajin.
2. Memberikan penyadaran pada masyarakat dampak industrilialisasi.
III. Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan survei secara kualitatif dengan cara melakukan wawancara dengan narasumber. Digunakannya metodologi kualitatif agar hasil yang dicapai benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Adapun langkah-langkah kerjanya
sebagai berikut.
1. Menentukan objek penelitian
2. Melakukan wawancara dengan narasumber
3. Mengklasifikasi masalah
4. Merumuskan masalah
5. Memberikan solusi/simpulan
IV. Hasil Penelitian
Berdasarkan survei yang telah dilakukan, ada beberapa factor yang menyebabkan mobilitas sosial dari petani menjadi perajin melalui proses magang sebagai berikut.
1. Pengaruh media masa
Media massa baik berupa media elektronik maupun cetak telah membawa pengaruh yang besar terhadap pola pikir masyarakat pedesaan. Selama ini, media massa selalu mengangkat kesuksesankesuksesan seorang perajin. Dengan demikian, lambat laun opini publik tersebut akhirnya mendorong keinginan petani untuk menjadi perajin.
2. Dukungan sosial keluarga dan masyarakat Keluarga, kerabat dekat, dan komunitas yang melatari kehidupan petani sering memberikan saran dan harapan yang besar untuk menjadi perajin. Mereka selalu memandang orangorang yang telah sukses berkat usaha menjadi seorang perajin industri kecil meskipun mereka masih berstatus magang atau
buruh kontrak.
3. Sistem perekonomian Indonesia yang lebih mengutamakan sector industri daripada pertanian Perekonomian negara kita yang terbawa arus globalisasi dan kepentingan neoliberalisme (para pemilik modal) telah mendorong lajunya industrialisasi. Oleh karena itu, tidak mengherankan
bahwa investasi yang mereka tanamkan lebih mengarah padasektor industri.
4. Tingkat pendidikan yang rendah
Rendahnya tingkat pendidikan mereka dan keahlian yang belum memadai membuat mereka tidak memiliki sistem control diri yang kuat. Konsep diri yang lemah ini menyebabkan mereka
mudah terbawa arus zaman.
V. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan para petani melakukan mobilitas sosial menjadi perajin. Jika tidak ada suatu program penyadaran baik dari pemerintah maupun masyarakat setempat, dapat dipastikan hasil produksi pertanian akan makin berkurang sehingga negara pun akan mengimpor beras dari
luar negeri. Akhirnya, diharapkan penelitian ini mampu memberikan penyadaran pada masyarakat dan dapat menjadi masukan untuk pihak-pihak yang berwenang memberikan kebajikan. Pihak-pihak tersebut misalnya para dewan legislatif dan eksekutif supaya memberikan arahan dan rencana pembangunan yang lebih berpihak pada sektor pertanian, terutama masyarakat miskin pedesaan.
(Sumber : Rank Karsidi, Paedagogia Jilid 3, Nomor 1

Latihan
I. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Laporan!
2. Sebutkan bagian-bagian isi laporan formal!
3. Sebutkan langkah-langkah membuat laporan!
4. Susunlah data di bawah ini menjadi daftar pustaka dengan penulisan yang benar!
Judul : Aliran dan Jenis Cerita Pendek
Pengarang : Korrie Layun Rampan
Penerbit : Balai Pustaka Tahun Terbit:1999 Kota diterbitkan : Jakarta
5. Buatlah contoh kutipan langsung pendek!
6. Buatlah contoh kutipan tidak langsung!
7. Unsur-unsur apa saja yang terdapat di bagian awal laporan!
8. Sebutkan macam laporan yang Anda ketahui!
9. Jelaskan peraturan tentang teknik penulisan atau pengetikan laporan!
10. Sebutkan hal-hal yang dijelaskan di dalam pendahuluan!

II.Susunlah daftar pustaka dengan sumber-sumber sebagai berikut!
1. Buku berjudul Kritik Sastra Indonesia karangan Mursal Esten.Buku itu diterbitkan
oleh penerbit Angkasa Raya di Padang pada tahun 1984.
2. Buku berjudul Argumentasi dan Narasi karangan Dr.Gorys Keraf.Buku itu diterbitkan
oleh Gramedia di Jakarta pada tahun 1992.
3. Buku berjudul Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia karangan Maedar Arsyad
dan Mukti U.S.Buku ini diterbitkan oleh Erlangga di Jakarta pada tahun 1988.
4. Artikel berjudul Pemusnahan Penyu Secara Sistematis ditulis oleh Harry Suryadi.
Artikel itu dimuat dalam harian Kompas,Senin 23 Agustus 1999.
5.Artikel berjudul Bugar dengan Berolah Raga oleh Iqbal Pakula .
Artikel itu dimut dalam Koran Jakarta,Sabtu,15 November 2008.




SELAMAT BERLATIH !!!!!!!!!

modul 3.4

Modul 3.4
Standar Kompetensi :Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia Setara tingkat Unggul
Kompetensi Dasar :3.4Menulis Suratdengan memperhtikan jenis surat.
Waktu : 10 jam
Sumber : BSE
Indikator
- Menulis surat pemberitahuan/edaran sesuai dengan aturan dan tujuan komunikasi
- Menulis surat undangan sesuai dengan aturan dant ujuan komunikasi
- Menulis surat lamaran pekerjaan sesuai dengan aturan dan tujuan komunkasi

A.Jenis-jenis Surat
Surat dibedakan atas tiga kelompok, yaitu:
1. Surat pribadi adalah surat yang isinya hubungan pribadi antara seseorang dengan orang
lain.Contoh: perkenalan, permintaan maaf,belasungkawa,berita keluarga.
2. Surat dinas /resmi adalah surat yang isinya menyangkut segi-segi kedinasan ,baik yang
dibuat instansi swasta maupun pemerintah.Contoh :memorandum,pengumuman ,eda
ran,nota dinas keputusan dan surat kuasa.
3. Surat niaga adalah surat yang dibuat oleh badan usaha/ perseorangan yang bertujuan
mencari keuntungan.Contoh : penawaran,permintaan penawaran,pesanan,pengaduan,
perjanjian jual-beli.

Ciri-ciri surat pribadi seperti berikut.
(1) Tidak menggunakan kop surat/kepala surat
(2) Tidak menggunakan nomor surat
(3) Salam pembuka dan penutup surat bervariasi
(4) Penggunaan bahasa bebas, sesuai dengan keinginan si penulis surat
(5) Format surat bebas

Ciri-ciri surat resmi, seperti berikut.
(1) Menggunakan kepala surat jika yang mengeluarkannya adalah lembaga atau organisasi
(2) Menggunakan nomor surat, lampiran, dan perihal
(3) Menggunakan salam pembuka dan penutup yang lazim atau resmi,
seperti: Assalamualikum, dengan hormat, hormat kami
(4) Menggunakan bahasa dengan ragam resmi atau baku
(5) Menggunakan cap/stempel jika berasal dari sebuah organisasi atau lembaga resmi
(6) Penulisan surat mengikuti format surat tertentu (tidak bebas)

1. Bagian-Bagian Surat
Surat-surat yang resmi, biasanya, mempunyai bagian-bagian surat seperti berikut in
a. Kepala surat i.Tubuh surat ( pembuka,isi,dan penutup surat )
b. Nomor surat j. Salam penutup
c. Tanggal surat k. Tanda tangan,nama dan jabatan penulis
d. Sifat surat m. Inisial
e. Lampiran
f. Hal atau perihal
g. Alamat surat
h. Salam pembuka


.

B. Bentuk-Bentuk Surat Resmi
1. full block style ( lurus penuh )
2. blok style ( penuh )
3. semi offecial ( setengah resmi )
4. offecial ( resmi )
5. indented style ( lekuk )
6. hanging paragraph style ( menggantung )

C. Surat Undangan
Surat undangan adalah surat pemberitahuan akan adanya suatu acara/kegiatan pertemuan upacara dengan harapan agar penerima undangan dapat hadir pada waktu dan tempat yang telah ditetapkan.
1. Bagian-Bagian Surat Undangan
a. Kepala Surat
(1) nama badan usaha,
(2) alamat badan usaha,
(3) nomor telepon,
(4) nomor kotak pos,
(5) identitas lainnya,
(6) tanggal surat,
(7) nomor yang ditujukan/alamat dalam.
b. Isi Surat
(1) salam pembuka,
(2) alasan,
(3) hari dan tanggal,
(4) waktu,
(5) tempat,
(6) acara.
c. Penutup/Kaki Surat
(1) nama badan usaha,
(2) jabatan,
(3) nama jelas,
(4) nomor induk pegawai
(5) tembusan




D. Surat Edaran
Surat edaran disebut juga sirkuler yang berarti surat tersebut dikirim kepada berbagai pihak
yang bentuk dan isinya sama.
1. Pengertian Surat Edaran pada Suatu Instansi.

Surat edaran adalah surat pemberitahuan tertulis yang ditujukankepada pejabat/pegawai. Surat edaran ini berisi penjelasan mengenaisesuatu hal, misalnya kebijakan pimpinan, petunjuk mengenai tata cara pelaksanaan, atau suatu peraturan perundang-undangan.

Bagian-bagian surat ini adalah sebagai berikut.
a. Kepala surat
(1) Tulisan “EDARAN” ditulis dengan huruf besar seluruhnya “Hal”, diberi garis bawah.
(2) Sebelah kiri atas :Di bawah “Hal” ditulis nama pejabat dan alamat yang dituju.
(3) Sebelah kanan atas :Tempat tanggal, bulan, dan tahun.
b. Isi surat edaran/batang tubuh Dirumuskan dalam bentuk uraian yang terdiri atas:
(1) pendahuluan
(2) inti
(3) penutup
c. Kaki surat/bagian akhir, terdiri atas :
(1) nama jabatan
(2) tanda tangan pejabat yang menerbitkan surat edaran
(3) nama pejabat dan NIP/NRP
(4) cap dinas
(5) tembusan (bila dianggap perlu)

Surat lamaran pekerjaan dapat diajukan berdasarkan hal-hal berikut:
Contoh pembuka kalimatnya:
1. Iklan.
- Setelah membaca iklan yang dimuat dalam harian …tanggal yang isiny menyatakan bahwa…
- Dalam harian …tanggal…saya telah membaca iklan yang menyatakan bahwa PT……
membutuhkan …berkenaan hal tersebut, maka…..
- Memenuhi iklan Bapak/Ibu dalam harian…mengenai keperluan tenaga …maka…

2. Informasi dari seseorang
- Berdasarkan informasi dari Bapak …tentang adanya lowongan posisi..di perusahaan Bapak...
3. Pengumuman resmi dari instansi yang membutuhkan tenaga kerja
- Berdasarkan pengumuman Nomor….,tanggal….tentang penerimaan pegawai di… maka saya
yang bertanda tangan di bawah ini…..
4. Permohonan suatu instansi kepada kepala sekolah tertentu
- Setelah membaca informasi dari kepala sekolah tentang permoonan tenaga kerja……
5. Inisiatif sendiri
- Saya yang bertanda tangan di bawah ini……



E. Surat Lamaran Pekerjaan
Surat lamaran pekerjaan adalah surat permohonan untuk memperoleh pekerjaan /jabatan.
Bagian surat lamaran pekerjaan sebagai berikut.
1. Tempat dan tanggal penulisan surat
2. Perihal
3. Alamat surat
4. Salam pembuka
5. Pembuka surat
6. Tujuan surat lamaran pekerjaan
7. Identitas pelamar
8. Penutup surat
9. Tanda tangan dan nama jelas pelamar
Penulis surat lamaran hendaknya mematuhi rambu rambu berikut ini.

1. Jika ditulis tangan, tulislah sendiri di atas kertas bergaris dengan menggunakan kertas
berkualitas baik.
2. Jika diketik, gunakan kertas HVS dengan jarak pengetikan 1 spasi.
3. Bersih, tidak boleh ada coretan, bekas hapusan, tip ex, dan koreksian.
4. Sifatnya optimistis, artinya si pelamar akan mampu bekerja dengan baik.
5. Sapaan yang digunakan dalam surat lamaran, yaitu “ibu” atau “bapak”,dan tidak
disarankan menyapa dengan kata”Saudara”/”Anda”.
Selain itu, bahasa surat lamaran pekerjaan harus memenuhi aturan sebagai berikut:
(1) Bahasa yang digunakan sopan dan simpatik.
(2) Kalimat yang digunakan efektif dan komunikatif.
(3) Menggunakan bahasa yang baku dan ejaan yang tepat.
Contoh : Surat Lamaran Pekerjaan


TUGAS MANDIRI :
Supaya lebih memahami materi pelajaran, lakukanlah tugas berikut.
1. Buatlah surat edaran yang isinya pemberitahuan kepada orang tua tentang adanya kegiatan LDKS bagi siswa kelas XII yang diadakan oleh OSIS.
2. Buatlah surat undangan untuk pengurus OSIS berkenaan dengan akan diadakan rapat pem-
bentukan panitia LDKS.
2. Buatlah surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan yang terdapat disurat kabar sesuai klasifikasi keahlian Anda!(Semua surat ditulis dengan aturan pembuatan surat resmi yang benar dan menggunakan bahasa Indonesia yang baku atau formal)

I. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar!
1. Jelaskan pengertian surat!
2. Sebutkan surat berdasarkan pemakaiannya?
3. Jelaskan perbedaan surat pribadi, resmi dan dinas!
4. Sebutkan 3 contoh surat dinas!
5. Sebutkan 3 contoh surat resmi bersifat pribadi!
6. Buatlah skema format penulisan surat resmi versi Indonesia lama dan baru serta jelaskan
perbedanya!
7. Carilah contoh surat undangan dinas lalu tempelkan di buku tugas dan koreksilah jika ada
Kesalahan serta betulkan!
8. Jelaskan unsur-unsur surat edaran!
9. Sebutkan bagian-bagian surat lamaran pekerjaan!
10. Buatlah contoh alamat tujuan surat yang lengkap sesuai penulisan yang benar!

2. Daftar riwayat hidup atau biasa disebut curiculum vitae adalah surat keterangan yang berisi data pribadi .Daftar riwayat hidup berfungsi untuk melengkapi surat lamaran pekerjaan.Dengan curiculum vitae seorang pelamar dapat diketahui kualifikasinya.Dengan demikian ,pihak pencari kerja atau perusahaan dapat mengambil keputusan apakah pelamar tersebut memenuhi standar kualifikasi yang dibutuhkan atau tidak.
Daftar riwayat hidup umumnya berisi hal-hal berikut:
a. data pribadi ,misalnya nama,tempat /tanggal lahir,jenis kelamin, dan sebagainya;
b. riwayat pendidikan ,misalnya pendidikan formal,informl,dan sejenisnya;
c. pengalaman kerja ,misalnya pernah bekerja diperusahaan apa,sebagai apa dan berapa lama;
d. keterangan lain,misalnya hobi,tanda penghargaan/prestasi,dan penguasaan baha Asing;

Perbaikilah penulisan bagian-bagian surat lamarn pekerjaan berikut ini sesuai dengan ketentuan
kaidah EYD!
1. Jakarta: 23 Februari 2007
2. Hal : Lamaran Pekerjaan.
3. Perihal : permohonan kerja
4.Kepada
Yth : Saudara Panji
Direktur PT Darmawangsa
Jln.Matraman Raya No.17
Jakarta-Timur
5.Dengan Hormat:
6. Atas perhatiannya,kami ucapkan terima kasih.
7. ( Sutrisni Andini ) ,Pengirim surat
8. HORMAT KAMI

Jawablah pertanyaan -pertanyaan di bawah ini secara singkat dan jelas!
1. Jelaskan mengapa penulisan surat lamaran pekerjaan tidak menggunakan kop surat dan nomor
surat!
2. Bentuk surat apakah yang sering digunakan untuk membuat surat lamaran pekerjaan?
mengapa?
3.Mengapa di dalam surat lamaran pekerjaan digunakan kata saya,bukan kata kami?
4. Bahasa yang digunakan di dalam surat lamaran pekerjaan harus santun tetapi tidak prlu
merendahkan diri .Mengapa?

online